Suara.com - Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyebut panitia penyelenggara lelang motor listrik Gesits yang bertanda tangan Presiden Joko Widodo senilai Rp 2,5 miliar, kebobolan.
Pada kenyataannya pemenang lelang motor Jokowi, bernama M. Nuh diduga melakukan penipuan. Lantaran hingga kini belum melakukan pembayaran terhadap motor listrik Jokowi.
M.Nuh pun juga diketahui hanya berprofesi sebagai buruh harian. Bukan seorang pengusaha. Apalagi, M. Nuh sempat pula diamankan kepolisian Resor Jambi akibat ulahnya tersebut.
"Aku yakin panitianya yang kebobolan. Karena terlalu semangat untuk mendapat uang lelang yang banyak dengan harapan dapat pujian bahwa acaranya sukses," kata Koordinator MAKI Boyamin dihubungi Suara.com, Kamis (21/5/2020) malam.
Menurut Boyamin, alih-alih untuk membantu penggalangan dana untuk Covid-19, ternyata konser tersebut juga mengalami musibah.
"Ini betul-betul musibah bagi penyelenggara konser," tutup Boyamin.
Untuk diketahui, konser bertajuk "Berbagi Kasih Bersama Bimbo" diselenggarakan pada Minggu akhir pekan lalu. Konser itu digagas oleh MPR RI bersama BPIP dan BNPB bertujuan untuk menggalang dana bagi korban dan masyarakat terkena dampak Covid-19.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Begal Petugas Damkar Ditangkap di Hotel Pluit, Polisi: Masih Ada 4 Pelaku yang Buron!
-
Makar atau Kebebasan Berekspresi? Membedah Kontroversi Pernyataan Saiful Mujani
-
Perintah Tegas Pramono ke Pasukan Kuning: Jangan Tunggu Viral, Jalan Rusak Harus Cepat Ditangani!
-
Dipolisikan Faizal Assegaf ke Polda Metro, Jubir KPK Santai: Itu Hak Konstitusi, Kami Hormati
-
Analis Selamat Ginting: Gibran Mulai Manuver Lawan Prabowo Demi Pilpres 2029
-
Andi Widjajanto: Selat Malaka Adalah Choke Point yang Bisa Seret Indonesia ke Konflik Global
-
Produk Makanan Segera Punya Label Gula, Garam, Lemak Level A-D: Dari Sehat hingga Berisiko
-
Sebut Prabowo-Gibran Beban Bangsa, Dosen UNJ Ubedilah Badrun Resmi Dipolisikan
-
Mahfud MD Bongkar 'Permainan' Pejabat di Balik Pelarian Koruptor Rp189 Triliun
-
Habiburokhman ke Kapolri: Jangan Risau Ada Oknum, yang Penting Institusi Berani Tindak Tegas