Suara.com - Media sosial diramaikan dengan kabar sebuah warung di kawasan Pantai Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Karawang, Jawa Barat mematok harga 3 porsi ikan gurame sebesar Rp 1,3 juta. Kabar tersebut sontak membuat publik geram karena harganya yang tak masuk akal.
Sementara itu, beredar video orang-orangan sawah yang tak hanya membuat burung takut, melainkan juga manusia. Orang-orangan sawah itu disebut-sebut mirip dengan tokoh Dementor dalam film Harry Potter.
Berikut Suara.com merangkum berita viral lainnya sepanjang Senin (1/6/2020).
1. Viral Video Orang-orangan Sawah Mengerikan, Publik: Mirip Dementor
Beredar sebuah video yang menampilkan orang-orangan sawah di area lahan pertanian. Orang-orangan sawah untuk mengusir burung-burung tersebut viral karena bentuknya yang mirip tokoh Dementor dalam film Harry Potter.
Penampakan orang-orangan sawah mengerikan itu diunggah oleh akun Facebook Dunia Comedy, kemudian disebarkan ulang oleh akun Twitter @jayakabajay. Wujud orang-orangan sawah itu tak hanya menakuti burung saja, melainkan manusia juga akan takut melihatnya.
2. Viral 'Batman' dan 'Joker' Muncul di Demo Kematian George Floyd
Beberapa video aksi demonstrasi George Floyd di Amerika Serikat viral di media sosial. Salah satu yang menjadi perhatian warganet adalah kemunculan sosok Batman dan Joker di antara demonstran.
Baca Juga: Mbah Kamtin di Usia 100 Tahun Bisa Sembuh dari Corona, Begini Kisahnya
Seorang demonstran memakai kostum seperti Batman berjalan di tengah-tengah massa. Sosok cosplayer Batman ini terlihat di Philadelphia.
3. Viral Gurame Rp 1,3 Juta, Pemilik Warung: Itu Tidak Benar, yang Benar..
Muncul video klarifikasi pasca beredarnya kabar sebuah warung di kawasan Pantai Tanjung Pakis, Kecamatan Pakisjaya, Karawang, Jawa Barat mematok harga 3 porsi ikan gurame sebesar Rp 1,3 juta.
Wanita pemilik warung, Dede, menjelaskan bahwa kejadian itu tidak benar. Video klarifikasinya dibagikan oleh akun Facebook Bayu Imanudin Putra pada Minggu (31/5/2020).
Berita Terkait
-
Viral Video Warga Usir Tim Medis, Disebut Sudah Tak Lagi Percaya Covid-19
-
Berkat Jasa Potong Rambut, Pria Tunawisma Berubah Bak Model
-
Petugas Medis Seret Keluarga PDP Corona yang Meninggal, Begini Reaksi DPR
-
Viral! Tolak Anaknya Dijemput Petugas Medis, Ibu Pasien Corona Mengamuk
-
Pasien Corona Kabur dari RS, Ngamuk saat Dijemput Petugas Medis
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan