Suara.com - Sebanyak 2.399 orang sebuh dari virus corona di Rumah Sakit Darurat (RS) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta. Hal itu dicatat sampai 2 Juni 2020 hari ini.
Perwira Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan jumlah pasien sembuh merupakan akumulasi dari pencatatan sejak 23 Maret 2020 lalu.
"Rekapitulasi sejak 23 Maret 2020, pasien terdaftar sebanyak 4.148 pasien, pasien pulang/sembuh 2.399 orang," kata dia dalam keterangan persnya, Selasa (2/6/2020).
Untuk pasien sembuh itu tercatat bertambah sekitar 13 orang jika merujuk data 1 Juni 2020. Sementara untuk pasien rawat inap secara keseluruhan berkurang 9 orang dibanding data hari sebelumnya.
Rekapitulasi pasien sejak 23 Maret 2020 juga mendata sebanyak 126 pasien dirujuk ke rumah sakit lainnya pasien, sedangkan untuk data yang meninggal dunia dicatat tetap sebanyak 3 orang.
Kemudian, Rumah Sakit Darurat (RS) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta, sesuai data Selasa 2 Juni 2020, merawat sebanyak 608 pasien positif COVID-19.
"Perkembangan jumlah pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet total 645 orang, 397 pria, dan 248 perempuan," kata dia.
Rincian jumlah pasien yang dirawat dari 397 pria dan 248 perempuan tersebut, yakni sebanyak 608 orang berstatus positif COVID-19, kemudian pasien dalam pengawasan (PDP) 33 orang, dan tidak ada pasien untuk kategori orang dalam pemantauan (ODP).
Sementara itu RS Darurat COVID-19 di Pulau Galang merawat sebanyak 42 pasien, 42 pasien tersebut berstatus positif COVID-19, kemudian, tidak ada pasien dalam pengawasan juga orang yang dalam pemantauan. Jumlah pasien tersebut bertambah dari yang semula 39 orang.
Baca Juga: Gokil, Irwan Mussry Kasih Segepok Duit Buat Kado Ultah Anak Maia Estianty
Pasien yang terdaftar di rumah sakit itu sejak 12 April 2020 yakni sebanyak 141 orang, terdapat 98 pasian yang sudah pulang atau isolasi mandiri, 1 orang dirujuk ke rumah sakit lain dan tidak ada pasien meninggal di RSD Pulau Galang. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Boni Hargens: Tak Perlu Buat UU Baru, Kompolnas Telah Diperkuat UU Polri Hasil Revisi
-
Kesal Tak Diberi Uang, Pria di Pati Diduga Bakar Rumah Orang Tuanya Sendiri
-
Sopir Truk Penabrak Tokoh Pramuka Herman Resmi Jadi Tersangka, Ini Pengakuannya
-
Disemprot Doktor Ekonomi, Kritik Rieke 'Oneng' Soal Anggaran KemenHAM Dinilai Asal Bunyi
-
Hanya Kirim PDF Tanpa Balasan, Polres Jakpus Jelaskan Soal Aksi BEM UI Tak Ajukan Izin Resmi
-
3 Fakta Dugaan Korupsi MBG: Kejagung Geledah Enam Lokasi, DPR Minta Program Dihentikan
-
Jangan Adu Rakyat vs Rakyat, TB Hasanuddin Tegaskan Komcad Tak Boleh Hadapi Demo Mahasiswa
-
Nasib 21 Ribu Motor Listrik Era Dadan, Jadi Besi Tua atau Dipaksa Jalan Demi MBG?
-
Divonis 13 Tahun Penjara, Sejumlah Pakar Duga Ada Kejanggalan di Putusan Hukum Arief Pramuhanto
-
Partai Gelora Desak Penghapusan Threshold, Klaim DPR Buka Ruang Diskusi