Suara.com - Helikopter milik TNI Angkatan Darat jatuh di kawasan pengurukan lahan Kawasan Industri Kendal (KIK) Kaliwungu, Kendal, Sabtu (6/6/2020) sekitar pukul 14.25 WIB. Pesawat tersebut membawa sebanyak 9 penumpang.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah Kombes Iskandar Fitriana mengatakan awalnya Helikopter berangkat dari Semarang sekitar pukul 12.39 WIB.
"Helikopter jatuh jenis MI 17 v 5 HA 5141 milik penerbad TNI-AD Semarang, yang start penerbangan pukul 12.39 WIB," kata Iskandar saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2020).
Iskandar kemudian menjelaskan kronologis dari jatuhnya helikopter milik TNI AD tersebut.
Dari sejumlah saksi yang berada dilokasi tersebut mengungkapkan ketika helikopter masih berada di udara nampak sudah mengeluarkan asap.
"Heli tersebut dari arah timur menuju ke barat, selanjutnya pada saat dari arah barat sudah dalam keadaan oleng dan keluar asap," ucap Iskandar.
Selain itu ada sekitar tiga orang melompat sebelum heli tersebut terjatuh.
"Sebelum heli terjatuh ada 3 orang lompat ke tambak, dan sesaat kemudian pesawat jatuh keluar asap," ujar Iskandar.
Lebih lanjut, sebelum heli tersebut jatuh dan meledak terlihat ada beberapa orang sempat kelur dari dalam heli.
Baca Juga: Helikopter TNI AD Terbakar, Ini Video Detik-detik saat Korban Dievakuasi
"Pada saat sebelum meledak sempat dikeluarkan 3 orang. Dan selanjutnya meledak," ujar Iskandar
Informasi terkini bahwa, tiga orang telah dinyatakan meninggal dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC