Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah melonggarkan aturan PSBB sehingga warga bisa kembali beraktivitas dengan menerapkan protokol kesehatan di masa transisi new normal.
Kebijakan tersebut memancing respons berbagai pihak termasuk salah satunya para petugas pengubur jenazah korban Covid-19.
Salah satu petugas pengubur jenazah Covid-19 di TPU Tegal Alur, Jimi mengatakan, kebijakan tersebut bisa menambah beban pekerjaannya jika masyarakat taat terhadap protokol kesehatan.
"Ya bisa tambah kerjaan lagi, kalau itu enggak pada ngikutin protokolnya. Kan ini sudah mendingan nih, jangan sampai ngelonjak lagi, kita kan capek, hehe," kata Jimi saat berbincang dengan Suara.com di TPU Tegal Alur, Jakarta Barat, Kamis (11/6/2020).
Kendati begitu, menurutnya, akhir-akhir ini jenazah korban Covid-19 yang ia makamkan mulai menurun.
Sebelumnya, semenjak awal kasus virus Covid-19 mencuat di Indonesia khususnya di Jakarta, ia mengaku sempat kewalahan memakamkan jenazah korban Covid yang datang.
"Dari awal ya dari pagi sampai malem kan, gak ada liburnya juga. Sampai sekarang juga gak ada libur-libur," ungkapnya.
Ia mengaku, saat kasus Covid-19 mencuat di awal-awal jenazah yang dimakamkan di TPU Tegal Alur bisa mencapai 20 jenazah dalam sehari.
"Bisa 20 itu di awal-awal Maret, April. Akhir Mei sama bulan Juni ini sih alhamdulillah sudah di bawah 10," tuturnya.
Baca Juga: 2 Polisi Penyiram Air Keras Dituntut 1 Tahun Bui, Novel Baswedan Murka!
Lebih lanjut, ia berharap kasus virus Covid-19 bisa segera berakhir. Menurutnya, ia ingin kembali bekerja dengan normal.
"Harapan sih mudah-mudahan cepat selesai, biar saya bekerja kayak nomal lagi hehe," tandasnya.
Diketahui, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan dua tempat pemakaman umum (TPU) untuk memakamkan pasien terjangkit virus Corona atau COVID-19 yang meninggal dunia. Dua TPU tersebut berada di Jakarta Barat dan Jakarta Timur.
Kepala Bidang Pemakaman Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Siti Hasni menyebutkan, dua lokasi tersebut, yakni di TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur.
"Lokasi tersebut masih cukup bisa banyak menampung, tapi tentunya kita semua berharap tidak ada lagi yang meninggal dan virus ini bisa segera kita atasi," kata Siti di Jakarta, Rabu (25/3/2020).
Berita Terkait
-
Berkurang Kubur Mayat Corona, Admin TPU Tegal Alur: Alhamdulillah Gak Capek
-
Jenazah yang Dibawa Pulang Warga Bekasi dari RS Mekar Sari Negatif Corona
-
Kronologis Warga Bekasi Bawa Pulang Paksa Jenazah Corona di RS Mekar Sari
-
Wali Kota Bekasi Kesal Jenazah Corona Dijemput Paksa Keluarga
-
Heboh Keluarga Rebut Jenazah Positif Corona di Kuburan, Bisakah Tertular?
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!