Suara.com - Momen reuni bisa menjadi saat yang paling dinantikan untuk bertemu kawan lama dan bernostalgia. Namun, sebuah kisah berbeda justru dialami oleh seorang warganet. Ia merasa kecewa dengan acara reuni sekolahnya.
Kisah ini dibagikan oleh seorang warganet Facebook dengan nama akun Nobusan. Ia bercerita bahwa acara reuni sekolahnya menciptakan sekat sosial berlatar belakang pendapatan dan pekerjaan mereka.
"Jujur kecewa sama reuni tadi, entah kenapa pada berubah, pada bahas gaji proyek dll.." demikian Nobusan mengawali curahan hatinya yang dibagikan pada Sabtu, (15/6/2020).
Ia melanjutkan ceritanya bahwa dalam acara reuni itu, teman-teman yang sudah mendapat pekerjaan tetap dan memiliki jabatan memiliki bahan obrolan tersendiri.
"Enggak enaknya karena di acara reuni masih ada yang belum kerja secara tetap, beda kalau udah jadi ASN/abdi negara/supervisor/manager, lancar banget bilang 12 juta-20 juta sebulan, belum lagi rencana belu mobil ratusan juta walau cuma nyebut merk dll," lanjut Nobusan.
Obrolan soal gaji dan jabatan teman-temannya itu secara tidak langsung menciptakan sekat di antara orang-orang yang tidak bisa terlibat, termasuk dirinya.
"Alhasil 2 orang teman yang berprofesi sebagai ojol dan jualan es cincau otomatis kena kacang alias enggak diajak riung, terutama gue yang cuma kerja serabutan," cerita Nobusan.
Ia pun memutuskan untuk meninggalkan acara reuni itu lebih awal dari yang dijadwalkan.
"Alhasil kita bertiga baru 10 menit sengaja pulang lebih awal sebab level pembicaraan kita udah beda kasta, "Gue malu Nob, sehari aja paling banyak 50 ribu jualan es cincau kayaknya udah berubah ya temen kita pada sukses, sukurlah gue ikut seneng" kata kawan gue AG. Dengan sedikit menghibur gue bilang, "Bro, lu jualan es cincau atau apapun lu tetap kawan gue, tenang gue berkawan karena diri lu, bukan background lu"," Nobusan melanjutkan ceritanya.
Baca Juga: Bintang Emon Difitnah Buzzer, Warganet Murka
Mereka yang meninggalkan acara reuni lebih awal itu memutuskan untuk mampir di sebuah warung angkringan dan memulai kembali acara reuni sekolah sesuai harapan.
"Sesaat sebelum pulang gue ajak kedua kawan gue makan di angkringan, nah di situlah reuni yang gue mau pada bahas kekonyolan di masa lalu hehe. Gue dulu tukang bagiin gorengan alias kurir makanan dengan dalih fotokopi, gorengannya gue taruh dalam topi sekolah," Nobusan menutup ceritanya.
Menyimak cerita viral di Facebook dari Nobusan tentang reuni jadi ajang pamer ini, tak sedikit warganet yang merasa senasib dengannya.
"Alasan kenapa malas reuni, pembicaraan udah enggak kayak dulu lagi, lebih ke hal yang 'pamer'", kata warganet.
Tak jarang pula warganet yang memberi semangat Nobusan agar bisa mengambil sisi positif dari kisah tersebut.
"Ambil sisi positifnya aja, buat motivasi. Tapi jangan lupa bersyukur juga," kata warganet lainnya.
Berita Terkait
-
Facebook Pecat Karyawan yang Kritik Mark Zuckerberg
-
Band Italia 'Diserbu' Publik Indonesia Karena Dikira Akun Aplikasi OVO
-
Dikira Aplikasi, Chat Band Italia OVO ke Netizen Indonesia Ini Bikin Ngakak
-
Seorang Kakek Pamerkan Alat Vital di Kulon Progo, Pelaku Tidak Ditahan
-
Pesepeda Terobos Lampu Merah, Netizen: Konvoi Sepeda Rasa Harley
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement