Suara.com - Penerapan new normal di transportasi Kereta Rel Listrik (KRL) resmi diberlakukan sejak Senin (8/6/2020) lalu. Terkait hal itu, volume penumpang di dalam gerbong kereta kembali seperti biasanya --penuh dan berdesak-desakan.
Rachma Rini seorang pengguna kereta berbagi cerita soal pengalamannya selama masa PSBB transisi. Dia mengaku, kondisi di kereta sudah kembali normal seperti sedia kala. Artinya, jumlah penumpang kereta kekinian sudah banyak.
"Banyak, kan kondisinya sudah new normal ya jadi agak tidak seperti sebelumnya," kata Rachma dalam diskusi bertajuk 'Rombongan Pengguna Kereta Mantul yang Santuy Antri dan Anti Kuman' yang dihelat di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (17/6/2020) pagi.
Sebagai pekerja yang harus menggunakan moda transportasi KRL, Rachma menyiapkan diri dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dia akan mempersiapkan masker serta sarung tangan sebagai 'senjata' untuk menangkal penyebaran virus corona.
"Kalau saya sebenarnya seperti biasa dalam arti masker tetap, kemudian saya pakai sarung tangan dan tisu yang saya bawa terus. Itu saja sih," sambungnya.
Rachma mengatakan, di setiap stasiun kekinian sudah diterapkan protokol kesehatan seperti pengecekan suhu tubuh dan pengecekan masker. Dalam hal ini, kata Rachma, setiap penumpang KRL sudah tidak bisa leluasa seperti saat sebelum pandemi Covid-19.
"Biasanya memang sudah ada rambu-rambunya ya di stasiun untuk antre, kami juga di cek kondisi tubuh, kemudian di cek penggunaan masker. Saat ini memang berbeda dengan sebelum pandemi. Sebelum ada pandemi mungkin kami dengan leluasa naik kereta, tapi saat ini ada petugas di setiap stasiun yang mengatur kapan kami bisa masuk ke kereta kapan tidak," beber dia.
Sebagai pengguna KRL, Rachma menyebut ada tantangan baru bagi para penumpang selama masa pandemi corona. Hal yang paling kecil adalah bagaimana penumpang bisa mengikuti aturan yang telah disampaikan oleh petugas.
"Jadi sekarang kita punya tantangan dalam arti bagaimana kita mengikuti aturan yang disampaikan sama petugas yang ada di stasiun. Kalau kita tetap ngotot masuk kan bisa merugikan diri sendiri. Kan diatur sama petugas. Pada nurut kok sepandang pengamatan saya," tambahnya.
Baca Juga: Penumpang KRL Melonjak 2 Kali Lipat, Bekasi Siaga Penularan Corona
Untuk diketahui, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) telah menyiapkan skenario new normal atau pola hidup normal baru dalam operasional kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek.
Pada pemberlakuan new normal ini, PT KCI tetap menjalankan protokol kesehatan pada moda transportasi publik yang sudah berjalan selama ini, yaitu wajib menggunakan masker selama berada di area stasiun dan di dalam KRL, pemeriksaan suhu tubuh penumpang.
"Serta penerapan physical distancing atau jaga jarak sesuai dengan marka-marka yang ada di area stasiun dan di kereta," ujar VP Corporate Communications PT KCI, Anne Purba dalam keterangannya, Kamis (28/5/2020).
Anne melanjutkan, penumpang juga dihimbau agar tidak berbicara secara langsung maupun melalui telepon seluler.
Sebab, salah satu penularan Covid-19 melalui droplet atau cairan yang keluar dari saluran mulut dan hidung saat batuk, bersin, maupun berbicara.
Tag
Berita Terkait
-
New Normal Tempat Wisata Dibuka, Apa Kata Mereka yang Kangen Liburan?
-
Ingin Genjot Ekonomi, Anies Berencana Kasih Insentif Pajak dan Perizinan
-
Anies ke Mal Kokas, Tegur Restoran Tak Patuh Protokol Covid-19
-
Anies Lihat Belum Ada Tanda DKI Mau Kembali ke PSBB Sebelum Transisi
-
FSGI: Baru 21,3 Persen Sekolah yang Siap Dibuka saat Transisi New Normal
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Kemiskinan Sumsel Turun, Garis Kemiskinan Naik 3,15 Persen Jadi Rp628 Ribu Per Bulan
-
Kasus Iklan BJB, Ada Dugaan Aliran Dana ke Lisa Mariana Lewat Pihak Nominee
-
KPK Tahan Bos-Bos Iklan Bank BJB, Dirut Yuddy Renaldi Mendadak Sakit Saat Akan Dibui
-
BRI Beri Diskon Spesial Seminar Johnny Andrean Lewat Aplikasi BRImo
-
Menuju IFRC 2026, ERT NHM Perdalam Teknik dan Strategi Penyelamatan
-
Gelar Dicopot! Profil Menantu Sultan Brunei yang Bikin Penasaran Publik, Ternyata Ini Kasusnya
-
PSSI Murka! Justin Hubner dan Keluarga Jadi Sasaran Ancaman, Publik Diminta Hentikan Serangan
-
Ridwan Kamil Siap-Siap, KPK Buka Peluang Panggil Lagi terkait Kasus Korupsi Bank BJB
-
Siswi Tertemper Kereta di Jurangmangu, 4 Perjalanan Commuter Line Terdampak
-
Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!