Suara.com - Politisi Fahri Hamzah menyetujui usulan Forum Rektor Indonesia yang meminta pemerintah menanggung biaya internet mahasiswa selama belajar di rumah karena Covid-19.
"Aku sih setuju..100%" tulis Fahri Hamzah menyatakan dukungannya terhadap usulan tersebut.
Sebelumnya, Ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) Yos Johan Utama mengungkapkan usulan tersebut dalam acara Konferensi Virtual Forum Rektor, Sabtu (4/7/2020).
Johan menuturkan bahwa selama masa pandemi kemampuan ekonomi mahasiswa dan perguruan tinggi mengalami penurunan. Kondisi tersebut diperparah dengan kebutuhan internet yang terus meningkat lantaran proses belajar mengajar dilakukan secara daring.
"Dalam masa pandemi ini pemerintah diharapkan membantu mausia dan dosen dalam proses pendidikan, yakni dengan kebijakan membebaskan atau paling tidak menanggung pembiayaan penggunaan internet bagi mahasiswa dengan dosen sebagai tanggung jawab negara terhadap pendidikan," kata Johan dalam konferensi virtual tersebut.
Menanggapi usulan tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim langsung memberikan tanggapan.
Ia mengatakan bahwa Kemendikbud telah mengupayakan kerja sama dengan perusahaan layanan telekomunikasi dan platform pembelajaran untuk menyediakan diskon.
"Kami sudah kerja sama untuk berbagai macam platform pembelajaran untuk mendapatkan diskon, harga lebih murah dan itu sudah jalan," kata Nadiem.
Selain itu, Nadiem juga mengatakan bahwa Kemendikbud telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 triliun untuk membantu perguruan tinggi swasta. Sementara itu, perguruan tinggi negeri sudah diinstruksikan untuk memberi bantuan ke mahasiswa dan dosen.
Baca Juga: Facebook Indonesia Beberkan Dampak Kecepatan Internet
Berita Terkait
-
Ditentang Susi, Fahri Hamzah Malah Dukung Edhy Prabowo Ekspor Benih Lobster
-
Rasisme yang Dialami Mahasiswa Papua:"Di Papua sudah pakai baju?"
-
Usai Buka Baju Nyatakan Mundur, Eks Rektor Uniba Ikut Demo Bareng Mahasiswa
-
Heboh! Ikut Demo Mahasiswa, Rektor UNIBA Nyatakan Mundur Sambil Buka Baju
-
Mahasiswa Asing Diekspolitasi di Australia: Dia Minta Ciuman
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK