Suara.com - Sejarawan dan peneliti Irak, Hisham al-Hashemi tewas ditembak di depan rumahnya pada Senin (06/07/2020). Menyadur Channel News Asia, Hashemi sempat dibawa ke rumah sakit tapi nyawanya tak tertolong.
Penyelidik mengungkapkan Hashemi keluar dari rumahnya di Baghdad timur dan masuk ke mobil ketika tiga pria bersenjata dengan dua sepeda motor menembaknya dari jarak beberapa meter.
Pria 47 tahun ini terluka dan jatuh di belakang mobilnya. Orang-orang bersenjata itu kemudian mendekat dan menembaknya empat kali di kepala dalam jarak dekat.
Sumber medis dari rumah sakit mengkonfirmasi bahwa Hashemi mengalami hujan peluru di beberapa bagian tubuh.
"Dia meninggal dan tubuhnya sekarang berada di pendingin rumah sakit," kata Saad Maan, kepala departemen hubungan media kementerian.
Hashemi adalah seorang sejarawan, peneliti bidang keamanan dan urusan strategis kelompok-kelompok ekstremis juga seorang spesialis arisp negara Islam.
Ia adalah penasihat pemerintah Irak untuk penangunggalangan terorisme juga sering dijadikan narasumber oleh media dan pemerintah asing mengenai politik domestik Irak dan kelompok-kelompok bersenjata Syiah.
Hashemi memiliki hubungan yang baik dengan pembuat keputusan puncak, termasuk Presiden Barham Saleh tapi juga dipercaya oleh partai-partai saingan dan kelompok-kelompok bersenjata dan menggunakannya sebagai mediator.
Baca Juga: Intelijen Irak Tangkap Calon Pimpinan Baru ISIS Abdulnasser Al-Qardash
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara