Suara.com - Sejak memasuki era new normal, banyak bisnis yang terpaksa harus beradaptasi dengan situasi pandemi, tak terkecuali bisnis dari sektor transportasi, khususnya tranportasi darat.
Salah satu yang mengeluarkan inovasi terbaru adalah produsen bus Karoseri Laksana. Mereka mengeluarkan bus seri terbaru yang dilengkapi dengan kursi berjarak dan air purifier atau penyaring udara.
Kabar baik tersebut terkuak usai akun Instagram @laksanabus membagikan foto-foto terbaru seri Bus Legacy SR2 yang dilengkapi dengan fasilitas protokol pencegahan virus corona.
"Naik bus di masa pandemi ini, kenapa tidak? #JanganKhawatirSahabatLaksana, kami menghadirkan inovasi dan solusi desain bus di masa pandemi ini. Kami perkenalkan Legacy SR2," tulis akun resmi @laksanabus.
Ada sembilan buah foto yang mereka bagikan lewat akun Instagram @laksanabus. Foto-foto tersebut memperlihatkan gagahnya bus seri Legacy SR2 yang dilengkapi dengan kursi satu seat dan penyaring udara.
Mereka menamai bus tersebut dengan sebutan Social Distancing Bus. Lewat foto yang dibagikan, terlihat ada tiga kursi yang disediakan dalam setiap baris. Kursi-kursi itu pun dipisahkan oleh jarak seluas badan orang dewasa.
Selain itu, di sela-sela kursi, terdapat air purifier atau penyaring udara berwarna hitam yang tampak elegan. Fungsinya untuk mengharumkan ruangan dan menyaring udara kotor.
Warganet pun menyambut baik inovasi tersebut. Mereka memberikan beragam komentar positif di kolom komentar. Bahkan, ada yang mengatakan bus tersebut memiliki fasilitas seperti pesawat terbang.
"Bus serasa pesawat," kata @destrabintang636.
Baca Juga: Modal Jimat Khusus, Mantan Sopir Bus AKAP Tipu 7 ART di Jogja
"Mantap udah ada varian baru seat 3 kursi di satu line, semoga Kemenhub merekomendasikan ke semua P.O buat kedepannya," tulis @andretm12.
"Wah inovatif sekali, terus berkarya dan jaya selalu buat Karoseri Laksana," tulis @dahlantitisk__.
Berita Terkait
-
Fuso Luncurkan Canter Extra Long Bus di GIIAS 2026, Sasar Industri Pariwisata
-
Kecelakaan Maut di Jalur Tengkorak! Bus Adu Banteng 35 Orang Tewas
-
Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia
-
Adopsi Bus Listrik Masih di Bawah 10 Persen, Bagaimana Strategi Percepatannya?
-
Bahlil Optimistis Hidrogen Bakal Jadi Pesaing Kuat Kendaraan Listrik Berbasis Baterai
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC