Suara.com - Fraksi-fraksi yang ada di DPR cenderung sepakat untuk menurunkan ambang batas presiden atau presidential threshold yang akan dicantumkan dalam Rancangan Undang-undang Pemilu.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi II DPR RI Fraksi PPP Arwani Thomafi dalam diskusi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Selasa (7/7/2020). Arwani mengatakan, penurunan tersebut didasari adanya pembelahan massa di Pemilu 2019 akibat ambang batas pemcalonan presiden sebesar 20 persen, sehingga hanya memunculkan dua pasangan calon.
Bukan hanya menyoal pembelahan politik, penurunan ambang batas presiden juga ditujukan guna memberikan kesempatan lebih kepada anak bangsa yang ingin menjadi kepala negara.
"Tetapi yang lebih penting bukan soal pembelahan, tetapi adalah soal bagaimana kita membuka seluas-luasnya potensi warga negara kita, potensi untuk munculnya calon-calon presiden, potensi munculnya aspirasi yang berkembang. Sehingga pada akhirnya kita tidak membuka seluas-luasnya, tetapi setidaknya partisipasi masyarakat untuk bisa ikut kontestasi presiden itu tidak dalam ruang yang sempit," tutur Arwani.
Adapun penurunan ambang batas presiden yang diwacanakan fraksi-fraksi di Komisi II, yaitu dari 20 persen diturunkan menjadi 10 atau 15 persen.
"Saya melihat kecenderungan fraksi-fraksi dalam soal presidensial threshlod tersebut seperti itu , ini juga barangkali menarik. Karena harus menjadi catatan kita bersama bahwa sebenarnya soal presidensial threshold ini memang ada perbedaan kalau dibanding dengan parliamentary threshold, bahwa kita juga tidak ingin partai-partai itu tidak terlalu gampang mencalonkan presiden, karena ada satu perbedaan prinsiplah soal bagaimana kita memilih anggota DPR dan presiden," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar