Suara.com - Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain alias Tengku Zul menyanjung kinerja Menteri Pertahanan Prabowo Subianto hingga ia ditunjuk menangani masalah pangan. Menurutnya, Prabowo akan sangat kompeten jika ia menjadi presiden.
Hal itu disampaikan oleh Tengku Zul melalui akun Twitter miliknya @ustadtengkuzul. Tengku Zul menyoroti keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan tugas khusus kepada Prabowo untuk menangani masalah pangan.
Pemberian tugas masalah pangan kepada Prabowo juga sempat membuat geger publik. Bahkan banyak pihak yang menyayangkan keputusan Jokowi tersebut.
"Publik geger Menhan Prabowo diberi tugas khusus tangani masalah pangan. Beragam tanggapan publik, ada yang bilang putusan pak @Jokowi ngawur dan lain-lain," kata Tengku Zul seperti dikutip Suara.com, Selasa (14/7/2020).
Meski banyak orang yang mengkritik kebijakan Jokowi tersebut, Tengku Zul justru sebaliknya. Kebijakan Jokowi memberikan tugas khusus tersebut merupakan pembuktian bahwa Prabowo memiliki kapasitas tinggi.
"Bagi saya penunjukkan itu membuktikan beliau memang hebat. Bukan saja dalam pertahanan dan pangan, bahkan jadi presiden pun lebih kompeten," ungkap Tengku Zul.
Untuk diketahui, Jokowi menunjuk Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dalam proyek Food Estate di Kalimantan Tengah. Menurut Jokowi, tugas seorang Menteri Pertahanan bukan hanya sekadar mengurusi alutsista, melainkan juga ketahanan di bidang pangan.
Dengan dimulainya proyek Food Estate, diharapkan persediaan pangan dalam negeri akan mencukupi. Sehingga, ancaman krisis pangan di dunia akibat pandemi Covid-19 bisa dicegah.
Baca Juga: Jokowi Tunjuk Prabowo Urus Pangan, Rocky: Presiden Tidak Percaya Mentan?
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT