Suara.com - Media sosial diramaikan dengan aksi seorang pembeli yang memberikan gombalan maut kepada penjual online shop. Alih-alih ditanya ditanya alamat lengkap untuk pengiriman paket, si pembeli justru mengeluarkan gombalan maut mengajak si penjual berumah tangga.
Akun Twitter @txtdarionlshop membagikan tangkapan layar percakapan antara si penjual olshop dengan pembeli. Awalnya, si penjual meminta alamat lengkap untuk pengiriman paket yang dibeli, namun si pembeli hanya memberikan alamat nama desa saja.
"Kalau nama desa saja barangnya nanti nggak sampai," kata si penjual seperti dikutip Suara.com, Selasa (21/7/2020).
Si pembeli membalasnya dengan mengirimkan nama jalan beserta RT dan RW. Namun, alamat yang diberikan masih belum jelas sehingga paket akan sulit untuk dikirimkan.
Pembeli bernama Khafid itu berdalih, di wilayah tempat tinggalnya tidak menggunakan nomor rumah. Ia justru mengeluarkan modus menawarkan nomor ponselnya untuk disimpan oleh si penjual.
"Kalau sini jarang pakai nomor rumah mbak. Kalau nomor WA ada siapa tau mau nge-save hehe," jawab si pembeli.
Si penjual tak menanggapi gombalan tersebut. Ia meminta si pembeli untuk memberikan patokan rumah atau ciri-ciri rumahnya untuk memudahkan kurir dalam mengantarkan paket.
Namun, lagi-lagi si pembeli justru memberikan gombalan. Kali ini, gombalan pamungkas langsung diberikan untuk si penjual.
"Kalau rumah tangga sama saya mau nggak mbak hehehe," ujar si pembeli.
Baca Juga: Jahat! Sales Dealer Gadaikan BPKB Mobil Konsumen demi Uang Rp200 Juta
Aksi mopdus si pembeli itu sontak viral di media sosial. Banyak warganet yang mengapresiasi kegigihan si pembeli dalam melancarkan aksi-aksi modusnya meskipun tidak mendapatkan respons dari si penjual.
"Disini kita belajar tentang kegigihan," kata @langkahbaru.
"Sambil menyelam minum air lah ya mas," ujar @tikakristin.
"Lagi-lagi modus berkedok pembeli," ucap @dapaadisini.
"Pepet teros jangan kasih kendor," ungkap @kentakiiiiiii.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi
-
Penampakan Before-After TNI Bersihkan Lumpur di Rumah Warga Terdampak Bencana di Aceh
-
Update RUU PPRT dan Revisi UU Ketenagakerjaan di DPR, Partisipasi Publik Digelar Mulai 15 Maret
-
Tragis! Ibu di Sumbawa Tega Bakar Anak Gegara Tolak Cari Pakan Ternak