News / Nasional
Selasa, 26 Mei 2026 | 12:09 WIB
Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan Aplikasi Reviu Pelaksanana Makan Bergizi Gratis (MBG) di kantor BGN, Jakarta, Selasa (26/5/2026). (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Badan Gizi Nasional meluncurkan aplikasi Reviu MBG di Jakarta pada Selasa, 26 Mei 2026 untuk mengawasi pelaksanaan program.
  • Guru dan pengelola posyandu selaku penanggung jawab memberikan penilaian terhadap ketepatan waktu, penyajian, rasa, serta variasi menu makanan.
  • Sistem penilaian ini bertujuan meningkatkan kesadaran mitra penyedia agar menyajikan hidangan berkualitas tanpa ada penerapan sanksi bagi penyedia.

Suara.com - Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan Aplikasi Reviu Pelaksanana Makan Bergizi Gratis (MBG). Peluncuran dilakukan di kantor BGN, Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Secara simbolis Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya, bersama para pejabat di BGN melakukam peluncuran Selasa pagi.

"Alhamdulillah pagi ini kita meluncurkan sebuah aplikasi namanya Reviu MBG," ujar Sony.

Sony mengatakan Aplikasi Reviu MBG bertujuan untuk meningkatkan awareness atau perhatian yang sungguh-sungguh dalam pelaksanaan MBG oleh seluruh kepala SPPG, pengawas gizi, dan mitra.

Ia mengatakan pelaksanaan Aplikasi Reviu bekerja sama dengan para PIC penerima manfaat.

"PIC itu siapa? PIC itu adalah guru-guru yang ditunjuk pada sekolah-sekolah atau juga Ka Posyandu atau guru-guru yang ustaz-ustaz yang ditunjuk di pondok pesantren. Nah, PIC-PIC ini dibekali dengan aplikasi yang disebut dengan Reviu MBG," kata Sony.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya. (Suara.com/Novian)

Para PIC tersebut diberikan kewenangan untuk memberikan penilaian terhadap hidangan menu MBG yang disajikan para mitra.

PIC memikiki tanggung jawab memeriksa sekaligus menilai secara langsung MBG, mulai dari ketepatan waktu, penyajian, hingga rasa, dan variasi menu.

"Ketika MBG datang, mereka langsung menilai apakah kedatangan MBG ini tepat waktu atau tidak. Yang kedua, apakah aromanya wajar atau tidak wajar. Yang ketiga, rasanya wajar atau tidak wajar," kata Sony.

Baca Juga: Guru dan Kaposyandu Kini Jadi 'Mata-mata' BGN, Pantau Langsung Kualitas MBG

"Yang keempat, menunya variatif atau tidak. Artinya dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya," sambung Sony.

Meski ada penilaian, Sony menjelaskan belum ada aturan pemberian sanksi terhadap SPPG yang mendapat nilai buruk.

Badan Gizi Nasional (BGN) meluncurkan Aplikasi Reviu Pelaksanana Makan Bergizi Gratis (MBG) di kantor BGN, Jakarta, Selasa (26/5/2026). (Suara.com/Novian)

Ia menekankan penerapam nilai melalui Aplikasi Reviu baru sebatas untuk menekankan perhatian para mitra untuk benar-benar melaksanakan program MBG dengan baik dan benar.

"Dengan adanya penilaian ini, kami akan menekankan kepada seluruh ka SPPG, pengawas gizi, dan mitra untuk lebih bersungguh-sungguh di dalam memproduksi MBG. Karena diharapkan setelah mereka mengetahui bahwa mereka dinilai dengan empat parameter ini maka awareness ini akan tertanam kepada para pelaksana di SPPG," tutur Sony.

"Dengan demikian insyaallah mudah-mudahan kejadian-kejadian menonjol terkait dengan konsumsi MBG tidak terulang kembali. Demikian," tandasnya.

Load More