- Pemprov DKI Jakarta merespons viralnya dugaan eksploitasi anak di Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat, pada Selasa, 26 Mei 2026.
- Pemkot Jakarta Barat bersama aparat kepolisian telah melakukan peninjauan lapangan serta pendalaman kasus di lokasi kejadian tersebut.
- Pemerintah memperkuat pengawasan, patroli intensif, serta menjamin perlindungan dan rehabilitasi bagi korban jika terbukti ada praktik eksploitasi.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bergerak cepat merespons informasi yang viral di media sosial mengenai dugaan eksploitasi dan prostitusi anak di kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat.
Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Chico Hakim, menyampaikan sikap resmi Pemprov pada Selasa (26/5/2026), menegaskan bahwa laporan tersebut diperlakukan dengan sangat serius.
“Pemprov DKI Jakarta memandang sangat serius setiap dugaan eksploitasi dan prostitusi anak, termasuk yang viral di kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat,” ujarnya.
Sebagai langkah awal, Pemprov langsung mengambil jalur koordinasi lintas instansi demi memastikan tidak ada celah dalam penanganan kasus yang menyangkut keselamatan anak-anak ini.
Respons tersebut melibatkan setidaknya tiga lapis institusi yakni Pemerintah Kota Jakarta Barat, dinas teknis di tingkat kota, dan aparat kepolisian setempat yang telah melakukan peninjauan lapangan.
“Kami telah berkoordinasi dengan Pemkot Jakarta Barat, khususnya Sudin PPAPP dan Sudin Sosial Jakbar yang sudah turun langsung mendalami informasi tersebut. Polsek Tamansari juga telah melakukan pengecekan di lokasi dan masih terus mendalami kasus ini,” papar Chico.
Pemprov memerintahkan Dinas PPAPP Provinsi beserta Sudin PPAPP Jakarta Barat dan instansi terkait untuk menggelar pemantauan serta patroli intensif di kawasan yang disebutkan dalam informasi viral tersebut.
Di sisi penegakan hukum, Pemprov DKI turut menguatkan sinergi dengan Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Barat guna memastikan penyelidikan berjalan mendalam dan penindakan tegas dapat dilakukan apabila bukti ditemukan di lapangan.
“Kami siap memberikan perlindungan, pendampingan dan rehabilitasi bagi anak jika ditemukan korban,” tegas Chico.
Baca Juga: Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat
Sebagai penutup, Pemprov DKI menyatakan kesungguhan untuk ikut ambil bagian dalam menangani dugaan eksploitasi seksual anak ini.
“Zero tolerance terhadap segala bentuk eksploitasi seksual anak,” pungkas Chico.
Kasus ini sendiri bermula dari pengakuan seorang WNA asal Jepang yang mengaku ditawari layanan prostitusi anak di kawasan Lokasari, Tamansari, Jakarta Barat.
Lewat sebuah utas di platform X, ia membeberkan dugaan praktik eksploitasi seksual yang disebutnya sangat terorganisir.
Disertakan pula potongan video yang menampilkan beberapa orang menawarkan jasa prostitusi dengan menyebut kata “seventeen” dan “perawan”.
Berita Terkait
-
Geger WNA Jepang Ngaku Ditawari Prostitusi Anak 'Perawan' di Lokasari Jakarta Barat
-
Menteri PPPA Dorong Polisi Kejar Bukti Digital Kasus Eksploitasi Anak oleh WNA Jepang di Blok M
-
Tampang Pria Jepang yang Terlibat Kasus Prostitusi Anak, Bos Perusahaan Hiburan Ikut Terseret
-
Kedubes Jepang Warning Warganya: Nekat Prostitusi Anak di RI, Siap-siap Dibui di Dua Negara
-
WNA Jepang Diduga Eksploitasi Anak di Blok M, DPR: Seret Pelaku, Jangan Kasih Ampun
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu Menu MBG, Awasi Kesegaran Hingga Variasi Menu Makanan
-
BGN Luncurkan Aplikasi Reviu, Guru hingga Ustaz Bisa Beri Penilaian Menu MBG
-
Bombardir Bandar Abbas, AS Klaim Serangan ke 2 Kapal Iran Tak Langgar Gencatan Senjata
-
Sudah Bertolak ke Prancis, Prabowo Akan Salat Idul Adha di Luar Negeri
-
Kebijakan Iklim Dibuat untuk Warga Terdampak, Tapi Mengapa Mereka Jarang Dilibatkan?
-
Ibu Kota Lumpuh Akibat Protes, Presiden Bolivia Panik Potong Gaji 50 Persen untuk Redam Tekanan
-
Ditujukan untuk Sujarwo, Geger Paket Misterius Berisi Pocong Mainan di Kulon Progo
-
Bejat! Ayah Tiri di Koja Tega Cabuli Dua Anak Sambungnya, Aksi Terbongkar Usai Korban Mengadu
-
Penduduk Dunia Tembus 8 MIliar, Bisakah Pangan Lokal Jadi Jawaban Krisis Pangan Global?
-
Sukuk ST016 Jadi Pilihan Investasi Syariah Minim Risiko dengan Imbal Hasil Menarik