Suara.com - Korban pencabulan yang diduga dilakukan oknum guru mengaji berinisial AN (60) di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mengalami perubahan perilaku atau trauma.
Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Makassar AKP Ismail mengatakan, dalam penanganan kasus dugaan pencabulan ini, sudah ada tiga orang korban yang melapor secara resmi di Mapolrestabes Makassar.
Ketiga korban yang melapor tersebut masing-masing diketahui JF (9), KNF (10), dan AAM (9).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kata Ismail, sebagian korban mengaku sudah lebih dari satu kali dicabuli oleh AN.
"Sebagian korban mengatakan bahwa dia sudah lebih dari satu kali. Itu kan bisa membuat anak-anak menjadi trauma atau seperti apa ya. Tapi itu nanti akan dijelaskan dalam bentuk laporan psikolog. Jadi semua kita tunggu hasilnya," kata Ismail di Mapolrestabes Makassar, Jalan Ahmad Yani, Sabtu (8/8/2020).
Ismail mengemukakan dalam kasus ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan psikolog untuk dapat mengetahui secara pasti apakah korban yang dicabuli oknum guru mengaji mengalami perubahan perilaku atau trauma.
"Psikolog sudah. Kami sudah koordinasi dengan psikolog, dan dia sudah memberikan juga secara singkat gambaran-gambarannya nanti. Tapi mereka akan mempercepat hasilnya," ungkapnya.
Selain itu, kata dia, para korban juga telah menjalani pemeriksaan visum. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi fisik dan psikis korban yang diperiksa.
"Hasilnya belum keluar karena kemarin visumnya baru dilakukan. Yang sebelumnya satu orang itu tanggal 30 (Juli 2020) dilakukan. Kemudian kemarin juga dilakukan dua. Itu saya sudah komunikasi dengan dokter forensik, supaya segera dikeluarkan itu hasil visum," kata dia.
Baca Juga: Sejumlah Anak Dicabuli Guru Ngaji Sembari Baca Alquran
"Saya juga sudah komunikasi dengan pihak P2TPA, tapi yang sudah diasesmen di sana itu ada 5. Tapi yang baru melaporkan di sini dan kita sudah melakukan visum untuk membantu menguatkan betul terjadi tidak pindana atau bagaimana itu baru 3," Ismail menambahkan.
Ismail menjelaskan, kasus dugaan pencabulan yang dilakukan oleh AN ini terjadi di Kecamatan Biringkanaya, Makassar beberapa waktu lalu.
Awalnya, orang tua korban menitipkan anaknya kepada AN untuk belajar mengaji di halaman rumah pelaku.
Bukannya mengajar, AN yang telah menjadi guru mengaji selama setahun itu malah melakukan pencabulan dengan menyentuh alat vital korban.
"Jadi anak-anak ini pada saat diajari, oknum guru mengajinya ini duduk di samping anak-anak tersebut. Kemudian guru mengaji ini memasukkan tangannya ke balik pakaiannya korban. Memegang kemaluannya seperti itu atau memegang alat vital," terang Ismail.
Ismail belum dapat memastikan sudah berapa banyak korban yang dicabuli AN. Oleh karena itu, ia berharap agar para korban yang merasa pernah dicabuli AN dapat segera melapor ke polisi.
Berita Terkait
-
Sejumlah Anak Dicabuli Guru Ngaji Sembari Baca Alquran
-
Ritual Guru Ngaji Cabul Doakan Anak SD: Baca Ayat Sambil Remas Payudara
-
Guru Ngaji Cabul Remas Payudara Anak SD Agar Doa Lacar Ujian Terkabul
-
Dalih Pahala Jadi Modusnya, Guru Ngaji Cabuli Para Murid saat Ajarkan Salat
-
Dicabuli Posisi Rukuk, 8 Murid Jadi Korban Guru Ngaji Modus Ajarkan Salat
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat