Suara.com - Tiga pejabat teras di Kota Padang terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19. Mereka yang terpapar virus asal Wuhan itu adalah Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Amasrul, dan Anggota DPRD Kota Padang Faisal Nasir.
“Benar, ada tiga pejabat di Kota Padang yang dilaporkan positif pada hari ini,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatra Barat (Sumbar), Jasman Rizal saat dikonfirmasi Padangkita.com--media jaringan Suara.com via telepon, Senin (31/8/2020).
Meski demikian, Jasman belum bisa merinci lebih lanjut bagaimana ketiga orang tersebut bisa terpapar dan di mana mereka saat ini dirawat.
“Saya baru dapat informasinya hanya itu. Pak Hendri Septa, Amasrul, dan satu orang lagi Anggota DPRD Kota Padang Faisal Nasir diumumkan positif Covid-19. Tentang bagaimana mereka terpapar dan di mana saat ini dirawat, saya belum dapat kabar,” jelasnya.
Sajak kasus Covid-19 melonjak tajam di Sumbar, mulai akhir Juli lalu, virus Corona telah menginfeksi sejumlah pimpinan dan pejabat daerah.
Dari catatan Padangkita.com, sebelumnya sudah lima pimpinan dan pejabat daerah positif Covid-19.
Mereka adalah Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz dikonfirmasi terinfeksi Covid-19 pada 15 Agutus 2020, lalu Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni pada 23 Agustus 2020, menyusul Wali Kota Solok Zul Elfian pada 27 Agustus 2020, dan Ketua DPRD Payakumbuh Hamdi Agus 29 Agustus 2020. Sebelumnnya Sekdaprov Alwis, juga dilaporkan terinfeksi Covid-19.
Berita Terkait
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Pendangkalan Sungai Hambat Aktivitas Nelayan di Padang
-
Daging Empuk hingga Ceker Lumer: Mengintip Menu Andalan di Sate Padang Doni
-
Sisa Material Banjir Bandang Masih Selimuti Kawasan Muara Batang Kuranji
-
Ngeri! Mahasiswi UNP dan Warga Kena Peluru Nyasar Latihan Militer, Proyektil Bersarang di Paha
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT