Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta agar Pemerintah Pusat memperketat aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Kebijakan itu diperlukan untuk mencegah penularan Covid-19 yang setiap hari terus meningkat.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, pengetatan PSBB ini tak cukup hanya diterapkan di wilayah Jakarta, namun juga daerah lain termasuk yang daerah penyangga sekitar Ibu Kota.
"Saya sepakat bahwa dengan intervensi yang lebih masif, dengan yang PSBB yang lebih ketat, Kalau hanya Jakarta tentunya kurang," kata Widyastuti dalam webinar, Rabu (9/9/2020).
Widyastuti menjelaskan, 30 persen pasien corona di Jakarta berasal dari luar daerah. Pasalnya mobilitas warga dari Jakarta ke luar daerah dan sebaliknya saat ini cukup tinggi.
"Bagaimana Provinsi lain punya potensi saling menularkan dengan provinsi lainnya, terutama kalau kami tentunya di Jabodetabek. Kasus di DKI Jakarta yang murni di Jakarta adalah 70 persen, 30 persen lainnya tersebar di luar Jabodetabek," ungkapnya.
Oleh karena itu, ia menilai pembatasan aktivitas sosial harus diterapkan di berbagai daerah, tidak hanya di Jakarta.
"Memang betul perlu diambil rem darurat yang mendesak dan itu harus menjadi kebijakan bukan semata-mata DKI, tapi juga lihat Provinsi lain juga seperti itu. Ini penting supaya bisa menghentikan pergerakan penularan yang luar biasa," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Jakarta Akhiri Open Dumping, Pengamat Dorong Kota Penyangga Tiru Sistem Pengelolaan Sampah
-
Gunungan Sampah Penuhi RTH Penjaringan
-
Jakarta Triathlon 2026 Siap Ramaikan Perayaan 5 Abad Jakarta
-
Klinik Hewan Keliling DKI Resmi Beroperasi, Warga Bisa Akses Layanan Mulai Rp35 Ribu
-
Siap-Siap! Tarif Transjakarta Diusulkan Naik Jadi Rp5.000
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan