Suara.com - Setelah hilang tanpa jejak sejak 2018, seorang wanita bernama Angelica Gaitan tiba-tiba 'muncul' di tengah laut di lepas pantai Puerto, Kolombia.
Tubuhnya yang sempat dikira batang pohon, ditemukan para nelayan setempat dalam keadaan masih hidup pada 26 September lalu.
Menyadur Mirror, Rabu (30/9/2020), Angelica ditemukan dalam keadaan lemah dan kedinginan. Saat diangkut ke perahu nelayan, dia tidak merespon pertanyaan awak kapal.
Di laporkan media lokal Kolombia, perempuan 46 tahun itu mengalami tanda-tanda hipotermia. Berselang beberapa saat usai diselamatkan, dia akhirnya mengatkan sesuatu.
"Saya dilahirkan kembali, Tuhan tidak ingin saya mati," kata Angelica.
Ketika dia dibawa ke darat, penduduk setempat sempat merawatnya sejenak sebelum membawanya ke rumah sakit. Angelica dikatakan telah kehilangan kontak dengan keluarganya selama dua tahun terakhir.
Misteri hilangnya Angelica selama dua tahun terakhir hingga tiba-tiba muncul di tengah laut baru terungkap setelah dirinya diwawancarai radio RCN.
Dia mengaku telah menderita kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan suaminya dalam 20 tahun terakhir.
Kondisi itu membuat Angelica tertekan. Dia sempat coba bertahan lantaran memikirkan nasib kedua putrinya.
Baca Juga: Para Artis Komentari Menteri Kesehatan yang Menghilang: Pak Terawan Sakti!
Namun, tindakan kasar terakhir sang suami yang memuluki dan mengancam membunuhnya, membuat Angelica akhirnya kabur dari rumah pada September 2018.
"Hari saya memutuskan untuk meninggalkan rumah adalah setelah penyerangan brutal," beber Angelica.
"Pada September 2018 dia mematahkan wajah saya dan mencoba membunuh saya. Syukurlah saya berhasil melarikan diri."
Selepas kabur dari rumah, Angelica mengaku hidup luntang-lantung di tengah kota Barranquilla selama enam bulan.
Dia kemudian ditempatkan di penampungan tunawisma setelah mencari bantuan tetapi tenggelam dalam depresi berat.
"Saya tidak ingin melanjutkan hidup saya. Seorang wanita meminjamkan saya untuk tiket dan saya naik bus langsung ke laut," kata Angelica.
Berita Terkait
-
Posting Foto Seksi demi Endorse, Hakim di Kolombia Terancam Dihukum
-
Nelayan Kini Bisa Jaminkan Kapal ke Bank, Ini Syaratnya
-
Dinas Perikanan: 6 Ribu Nelayan Bintan Terdaftar Sebagai Peserta Asuransi
-
Nelayan Kodingareng: Kenapa Pak Gubernur Tidak Minta Persetujuan Nelayan?
-
Terawan Ditanya Kesiapan Mundur dari Menkes dan 4 Berita Populer Lainnya
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan