Suara.com - Sidang lanjutan terhadap terdakwa Jaksa Pinangki Sirna Malasari di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Rabu (7/10/2020) akan ditunda. Ini diakrenakan puluhan hakim dan pegawai di PN Jakarta Pusat reaktif covid-19.
Bukan hanya sidang Jaksa Pinangki. Tetapi persidangan lainnya juga akan ditunda karena sesuai instruksi Ketua PN Jakarta Pusat. Selama tiga hari mulai Rabu (7/10) sampai Jumat (9/10) PN Jakpus ditutup.
"Benar, (penundaan sejumlah sidang termasuk Jaksa Pinangki). Akan dilaksanakan lockdown PN Jakarta Pusat, terhitung mulai hari Rabu besok tanggal 7 Oktober sampai dengan hari Jum'at Tgl 9 Oktober 2020," kata Humas PN Jakarta Pusat Bambang Nurcahyono, dihubungi, Selasa (6/10/2020).
Bambang mengatakan penundaan sidang akibat 40 pegawai termasuk hakim dan ASN PN Jakarta Pusat dinyatakan reaktif covid-19 setelah mereka mengikuti rapid test.
"Sementara jumlah yang reaktif di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat 40 orang terdiri dari Hakim dan Aparatur Sipil Negara (ASN)," kata Bambang.
Bambang menjelaskan rapid test ini diselenggarakan lantaran sebelumnya dua ASN PN Jakarta Pusat telah dinyatakan positif covid-19.
Ia menjelaskan 40 pegawai PN Jakarta Pusat yang dinyatakan reaktif covid-19 akan langsung dilakukan tes Swab.
Sedianya sidang lanjutan Jaksa Pinangki terkait kasus dugaan suap dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) akan digelar Rabu (7/10/2020).
Sidang lanjutan itu beragendakan jawaban atas nota keberatan atau eksespsi Jaksa Pinangki.
Baca Juga: Selama Pandemi Angka Kehamilan di Banyuwangi Malah Turun
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Mudik Aman dan Nyaman, BPJS Kesehatan Sediakan Layanan Gratis Bagi Pemudik
-
Siti Maimunah: Perlawanan Perempuan di Lingkar Tambang Adalah Politik Penyelamatan Ruang Hidup
-
Jusuf Kalla Ingatkan Dampak Perang Iran-Israel, Subsidi Energi dan Rupiah Terancam
-
Singgung KUHAP Lama, Kejagung Buka Peluang Kasasi atas Vonis Bebas Delpedro Cs
-
Selama Ramadan, Satpol PP DKI Temukan 27 Tempat Hiburan Malam Langgar Jam Operasional
-
Komnas HAM: Teror Air Keras ke Andrie Yunus Serangan terhadap HAM
-
Pecah Kongsi! AS Beri Waktu Seminggu ke Israel Selesaikan Perang Lawan Iran