Suara.com - Publik tengah dibuat heboh dengan adanya aplikasi masker online yang bisa diunduh secara gratis oleh para pengguna Android.
Pemilik akun Twitter @jagadhj ikut membagikan informasi adanya aplikasi masker online yang mendadak viral ini.
Dalam kicauannya, ia mengunggah dua buah foto yang menjelaskan soal aplikasi masker online tersebut.
"Aplikasi canggih," ujarnya, Minggu (11/10/2020).
Pada foto pertama, terlihat tangkapan layar aplikasi masker online yang bisa diunduh lewat Google Play Store.
Setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata memang benar adanya bahwa aplikasi masker online ini tersedia.
Di Google Play Store, aplikasi ini bernama "Face Mask - Medical & Surgical Mask Photo Editor".
Sampai Senin (12/10/2020) siang, aplikasi masker online tersebut telah diunduh lebih dari 100.00 kali.
Setelah dicoba, ternyata aplikasi tersebut tidak lain diciptakan untuk mengedit sebuah foto agar bisa disisipi gambar berbagai macam masker.
Baca Juga: Pakai Outfit Jutaan saat Demo, Warganet: Anak Sultan Woy
Sementara pada foto kedua unggahan @jagadhj, terlihat seorang pria yang menggunakan masker online. Gawai pria tersebut menunjukkan adanya foto masker medis. Kemudian, ia tempatkan pada posisi sebagaimana penggunaan masker biasanya.
Gawai tersebut bisa menempel di wajahnya lantaran ada karet yang dikaitkannya pada telinga.
Pria ini mengundang gelak tawa warganet lantaran merepresentasikan apabila benar-benar ada aplikasi masker online.
Hingga artikel ini diturunkan, cuitan @jagadhj yang mendadak viral telah diretweets ribuan kali dan disukai oleh lebih dari 44.800 orang.
Tak hanya itu, sejumlah warganet pun meninggalkan komentar. Banyak dari mereka yang mengaku ngakak dan tak tahan melihat unggahan ini.
"Yang download gabut banget," kata @jake******.
"Wah sangat bermanfaat di saat masker ketinggalan di rumah. Ketimbang beli mending download aplikasi ini," balas @gakp*************.
"Aplikasi yang gak ada gunanya begini tuh kenapa ada banyak yang download? Dan yang bikin motivasinya apa?" timpal @amll*******.
Beberapa warganet pun kemudian menyoroti berbagai macam aplikasi yang sebelumnya pernah viral. Pasalnya, aplikasi tersebut dirasa tidak berguna tetapi banyak yang mengunduhnya.
"Kemarin kipas angin, kemarin anti nyamuk, kemarin lilin ulang tahun, sekarang masker, besok apalagi?" ujar @anan*****.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Kekerasan Terus Berulang, Peneliti BRIN Minta Berhenti Gunakan Kata Oknum untuk Polisi Bermasalah
-
Viral "Cukup Aku WNI", Dirjen AHU: Orang Tua Tak Bisa Sepihak Ganti Status Kewarganegaraan Anak
-
Dari Perca Batik ke Ikon Ramadan: Kisah Peci Jogokariyan Tembus Pasar Mancanegara
-
Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
-
DPRD DKI: Pasar Induk Kramat Jati Jadi 'Lapak' Pembuangan Sampah Ilegal
-
Jangan Jadi Korban! Satgas Pangan Temukan Susu Kedaluwarsa dan Mie Boraks di Jawa Barat
-
Model Baru MBG Lansia: Dimasak di SPPG, Diantar Pokmas dan Pendamping Sosial
-
Wajah Baru Pasar Palmerah: Trotoar Akan Diperbaiki, Pedagang Tak Boleh Berjualan di Bahu Jalan
-
Singgung Tanggung Jawab Lembaga, Peneliti BRIN Minta Polri Setop Pakai Istilah Oknum
-
Aktivis Soroti Respons Istana ke Kritik BEM UGM: Harusnya Dialog, Bukan Serang Balik