Suara.com - Pegiat media sosial Denny Siregar, menyindir kalangan mahasiswa melalui akun Twitternya @Dennysiregar7.
Denny Siregar menasihati mahasiswa zaman sekarang agar belajar dari seniornya Budiman Sudjatmiko atau Adian Napitupulu.
"Untuk adek mahasiswa, kalau kalian pengen seperti kakak-kakak kalian yang sukses tumbangkan rezim di 98, banyak-banyaklah belajar ke kak @budimandjatmiko dan kak Adian," tulis Denny memulai, Minggu (11/10/2020).
Denny lantas membadingkan mahasiswa zaman sekarang dengan zamannya Budiman Sudjatmiko. Menurutnya, mahasiswa era 98 paham apa yang mereka suarakan, sedangkan yang sekarang tidak.
"Apa bedanya kalian dengan mereka? Mereka tahu apa yang mereka demokan. Kalau kalian, baca sepotong, ngerti sepotong, ngamuk segentong," tambah Denny dengan pedasnya.
Sontak, beragam tanggapan dari warganet langsung tumpah ruah di kolom komentar Denny Siregar.
"Memang mereka berdua yang numbangan rezim 98, mimpi kali kau desi," sahut warganet dengan akun @TAbdis***
"Bedanya saat itu parlemennya mendukung rakyat pak, sedangkan sekarang parlemennya di kangkangin istana," kata akun @Abduh***
Sementara itu warganet dengan nama akun @YPra**** turut mempertanyakan peran mahasiswa zaman sekarang di tengah dinamika sosial.
Baca Juga: Polisi Sebut Demo Tolak UU Cipta Kerja Ditunggangi: Akan Kami Buktikan!
"Terkadang heran. Apakah peran mahasiswa hanya sekadar untuk berdemo? Maaf saja sebelumnya, cuma aneh," tulisnya menimpali.
Hingga artikel ini dibuat, kicauan Denny Siregar tersebut telah disukai hingga 3 ribu pengguna Twitter dan diretweet oleh 745 warganet.
Sebelumnya, aksi-aksi mahasiswa menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja pecah di berbagai daerah.
Sejumlah pemberitaan bahkan menuding aksi mahasiswa tersebut rusuh, serta menilai mahasiswa merusak fasilitas publik salah satunya halte yang ada di Jakarta.
Akan tetapi, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) kepada Suara.com menegaskan bahwa kerusakan hingga pembakaran fasilitas umum itu bukan dilakukan oleh mahasiswa.
Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Remy Hastian memastikan, seluruh mahasiswa yang turun aksi mereka adalah aksi damai yang sudah terkoordinir dengan baik.
Namun, ada pihak luar yang menyusup dan memprovokasi massa di lapangan sehingga mahasiswa kena getahnya.
"Dampak kerusakan hingga pembakaran yang terjadi di berbagai fasilitas Polri dan pemerintah bukan merupakan ulah dari massa aksi yang masih terkoordinir, melainkan ada pihak lain yang mencoba memprovokasi aksi damai yang dilakukan," kata Remy dalam keterangannya, Senin (12/10/2020).
Berita Terkait
-
Flare Merah Menyala di Kejagung, Massa Mahasiswa Bawa Keranda Bertuliskan 'Febrie'
-
Bawa Keranda 'RIP Hukum', Mahasiswa Geruduk Kejagung Tuntut Febrie Adriansyah Dihukum Mati
-
Bakar Semangat Belajar Siswa Desa, KKN Unisri Sukses Gelar Aksi Inspiratif di SDN 1 Slogo Tanon
-
Permudah Transaksi Mahasiswa Indonesia di Hong Kong, BNI Perluas Ekosistem Keuangan Digital
-
BNI dan PPI Hong Kong Bekali Ratusan Mahasiswa Indonesia Jelang Studi di Luar Negeri
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan