Suara.com - Beredar di media sosial, sebuah video yang merekam momen tiga bocah laki-laki diberhentikan mendadak oleh sejumlah polisi.
Bukan tanpa alasan, ketiganya dihadang aparat polisi lantaran usianya masih belia. Ditambah lagi satu motor dipakai untuk bertiga.
Video yang merekam kejadian ini dibagikan oleh akun Instagram @makassar_iinfo pada Jumat (23/10/2020).
Dalam video tersebut, terlihat sejumlah polisi berdiri di tempat kejadian. Salah satu dari mereka mendekati tiga bocah itu guna memberi arahan.
"Kamu kok pakai motor ini? Bahaya loh," kata polisi.
Kepada bocah pengemudi motor trail mini tersebut, polisi menjelaskan aturan berkendara. Polisi mengatakan bahwa mengendarai motor tidak boleh bonceng tiga, ditambah lagi ketiga bocah itu masih belum cukup umur.
"Naik motor itu gak boleh tiga orang. Kamu kan masih SD, kelas empat, gak boleh ya," ujar polisi dengan nada ramah.
Tak lama berselang, polisi meminta kedua pembonceng turun dari motornya.
"Turun turun turun, ayo turun," ucap polisi lanjut.
Baca Juga: Heboh Debt Collector Minta Maaf Tarik Motor Hadiah Panglima, Ini Kata TNI
Kepada bocah yang mengemudikan motor trail mini, polisi mengaku akan membawa sepeda motornya ke kantor.
Akan tetapi, reaksi bocah tersebut tidak terduga. Ia lantas mundur dengan raut muka takut sampai menangis sejadi-jadinya.
"Boleh saya bawa pulang ini motornya?" kata polisi disambut dengan tangisan kencang.
Video bocah pengendara motor trail mini yang diunggah oleh akun Instagram @makassar_iinfo tersebut mendadak viral. Hingga artikel ini diterbitkan, video itu telah disukai oleh lebih dari 72.000 orang.
Sejumlah warganet pun nampak meninggalkan komentar. Beberapa dari mereka mengaku dibuat tertawa oleh ulah salah satu bocah yang menangis tiba-tiba.
Tidak hanya itu, ada sejumlah warganet justru fokus kepada motor trail mini yang dikendarai bocah laki-laki tersebut.
"Bagus kapan saya belajar naik motor begini," kata @hidayahwulansari.
"Motor begini moh beli," balas @srymuin.
Lihat video bocah diberhentikan polisi tersebut disini.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Tiyo Ardianto Respons Viral Aksi Penolakan di UGM, Singgung Kondisi Mahasiswa 'Terpaksa' Demo
-
Aksi Bersih & Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
-
Wamendagri Bima Arya Tekankan Penguatan Karakter Generasi Muda Berbasis Nilai Budaya
-
Bukan Ancaman, Anis Matta Sebut Demo Justru 'Picu' Pemerintah Kerja Lebih Baik
-
Massa Bertahan di Gejayan Meski Aksi Selesai, Bunyi Klakson - Seruan Turunkan Prabowo Terus Menggema
-
Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
-
Turun Aksi di Jogja, Cholil ERK Tegaskan Gerakan Masyarakat Jangan Mengempis
-
Benarkah Jokowi Segera Jadi Ketua Dewan Pembina? PSI Kasih 'Kode Keras' Begini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!