Suara.com - Beredar narasi yang menyebut zombie merupakan seorang muslim. Zombie diklaim menjadi pahlawan Islam karena telah mendeklarasikan berdirinya negara Islam di Brasil.
Narasi tersebut diunggah oleh akun Facebook bernama Ummu Ami. Ia mengunggah sebuah foto dengan narasi sebagai berikut:
"Ternyata Zombie adalah Pahlawan Islam. Sejarah mencatat, Zombie adalah pahlawan Islam dari Brazil. Pada tahun 1643, dengan gagah berani ia mendeklarasikan berdirinya Negara Islam di Brazil. Zombie bersama ulama dan rakyatnya berjihad melawan penjajah Portugis. Namun, kini oleh propaganda Barat, namanya dijadikan sebagai mahluk pembunuh."
Benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Dari penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Selasa (27/10/2020), klaim yang menyebut zombie adalah pahlawan Islam dan telah mendeklarasikan negara Islam di Brasil adalah klaim yang salah.
Faktanya, tidak ada bukti kuat yang menyebut nama Zumbi berasal dari kata zombie dan beragama Islam.
Kisah Zumbi juga tidak terkait dengan zombie maupun Islam. Ia lahir pada 1655 dan bertolak belakang dengan klaim pada 1643.
Dikutip dari BBC Indonesia, muncul spekulasi kata 'zombie' berasal dari bahasa Afrika Barat yakni 'ndzumbi' yang artinya mayat dalam bahasa Mitsogo di Gabon dan 'nzambi' yang artinya jiwa dari orang yang telah meninggal dalam bahasa Kongo.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Pernyataan Dokter Eropa soal Covid-19 Tak Berbahaya?
Wilayah tersebut merupakan asal para budak di Eropa yang dipaksa pindah ke Hindia Barat untuk bekerja di perkebunan tebu.
Hukum Prancis kala itu mengharuskan budak-budak tersebut berpindah kepercayaaqn menjadi Katolik.
Akhirnya, muncul serangkaian kepercayaan yang mencampurkan unsur tradisi berbeda seperti Voodoo di Haiti, Obeah di Jamaika dan Santeria di Kuba.
Dalam laporan berjudul 'The Undead Eighteen Century' karya Linda Troost, zombie muncul dalam literarut sejak 1697 dan digambarkan sebagai roh atau hantu, bukan makhluk kanibal.
Cerita tentang zombie mulai difilmkan pada 1932 dengan judul 'White Zombie' yang memunculkan tokoh Frankenstein dan drakula.
Dikutip dari situs organisasi masyarakat sipil Brasil, Geledes, Zumbi merupakan seorang pemimpin komunitas orang berkulit hitam bernama Quilombo dos Palmares. Komunitas tersebut didirikan pada akhir abad ke-16 sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajahan dan perbudakan Eropa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan