Suara.com - Pakar epidemiologi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) Pandu Riono menyesalkan tindakan pemerintah yang membuat libur panjang. Menurutnya saat ini bukanlah kondisi krisis ekonomi.
Pandu mengatakan, tindakan membuat libur panjang pernah terjadi di era Wakil Presiden Jusuf Kalla. Tujuannya, yakni mendorong perekonomian dan menggenjot pariwisata karena saat itu sedang krisis ekonomi.
"Ini kan ngikutin dulu zamannya Jusuf Kalla. Jusuf Kalla kan bikin liburan panjang cuti bersama kan setelah krisis ekonomi," ujar Pandu saat dihubungi, Kamis (29/10/2020).
Pandu menyebut kebijakan ini tidak sesuai jika diterapkan di situasi pandemi ini. Sebab menurutnya, saat ini sedang krisis kesehatan, bukan ekonomi.
"Sekarang kan bukan krisis ekonomi. sekarang tuh krisis penyakit, pandemi. Harusnya gak usah dikasih liburan. Liburan cuma dua hari ya dua hari. Ini malah ditempel-tempelin biar panjang kan lucu," jelasnya.
Karena itu, ia menilai pemerintah yang sebenarnya menaikan kasus Corona di Indonesia, bukan warganya. Karena kebijakan aneh yang kerap kontradiktif dengan kondisi sebenarnya.
"Sebenarnya pemerintah yang menaikkan kasus, bukan masyarakat. Kebijakan-kebijakan pemerintah lah yang mendorong peningkatan kasus," pungkasnya.
Berita Terkait
-
KAI Catat 88 Ribu Penumpang Tinggalkan Jakarta Selama Libur Isra Mikraj
-
Libur Isra Miraj, 3.300 Kendaraan Padati Jalur Wisata Puncak
-
Daftar Kereta Api yang Diskon 30 Persen Selama Libur Panjang Nataru 2025/2026, Ingat Kuota Terbatas!
-
Daftar Ruas Tol Diskon 20 Persen Selama Libur Panjang Nataru, Cek Tanggalnya!
-
Jadwal Pertandingan Liga Inggris Inggris 20-23 Desember 2025
Terpopuler
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- 5 Rekomendasi Parfum di Indomaret yang Tahan Lama untuk Salat Id
Pilihan
-
Tutorial S3 Marketing Jalur Asbun: Cara Aldi Taher Jualan Burger Sampe Masuk Trending Topic
-
Dilema Window Shopping: Ketika Mal Cuma Jadi Katalog Fisik Buat Belanja Online
-
Kabar Duka, Jurgen Habermas Filsuf Terakhir Mazhab Frankfurt Meninggal Dunia
-
Korut Tembakkan 10 Rudal Tak Dikenal ke Laut Jepang, Respons Provokasi Freedom Shield
-
Amukan Si Jago Merah Hanguskan 10 Rumah dan 2 Lapak di Bintaro
Terkini
-
Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi
-
Polda Metro Jaya Buka Posko Khusus, Cari Saksi Teror Air Keras Aktivis KontraS
-
Prabowo Instruksikan Kapolri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus
-
PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!
-
Pulang Basamo 2026: Ribuan Perantau Minang Mudik Gelombang Kedua, Dari Bali hingga Samarinda
-
Pemudik Mulai Padati Terminal Kampung Rambutan, Puncak Arus Mudik Diprediksi H-3 Lebaran
-
Negara Janji Tanggung Biaya Pengobatan Aktivis KontraS Korban Teror Air Keras
-
Mencekam! Israel Bak Neraka, Api di Mana-mana Setelah Dirudal Kiamat Iran
-
Serangan Air Keras Aktivis KontraS Disorot PBB, Wamen HAM Desak Polisi Percepat Penyelidikan
-
Susul Sumbar, Sumut Capai Target Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Lebaran