Charles Michel, presiden Uni Eropa, menyebut serangan itu sebagai tindakan pengecut yang melanggar kehidupan dan nilai-nilai kemanusiaan. "Kami mendukung Austria," katanya dalam tweet.
Giuseppe Conte, presiden Italia, juga mengutuk keras penembakan itu. "Tidak ada ruang untuk kebencian dan kekerasan di Eropa kita bersama," katanya di Twitter dalam bahasa Italia dan Jerman.
Mark Rutte, perdana menteri Belanda, menyatakan solidaritasnya atas insiden di Kota Wina. "Pikiran kami tertuju pada para korban dan keluarga mereka dan dengan pemerintah Austria dalam menangani tindakan keji ini."
"Kami sedih menerima kabar bahwa ada korban tewas dan luka-luka akibat serangan teroris yang terjadi di Wina," kata kementerian luar negeri Turki dalam sebuah pernyataan.
"Kami mengutuk keras serangan ini, menyampaikan belasungkawa kami kepada keluarga mereka yang kehilangan nyawa dan berharap pemulihan cepat bagi yang terluka.
"Sebagai negara yang telah berperang melawan segala macam terorisme selama beberapa dekade, Turki berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Austria."
Presiden Donald Trump berdoa dan mengatakan bahwa Amerika Serikat mengutuk tindakan terorisme keji lainnya di Eropa.
Robert O'Brien, penasihat keamanan nasionalnya, mengatakan orang Amerika sedang berdoa untuk orang-orang di Kota Wina.
"Tidak ada pembenaran untuk kebencian dan kekerasan seperti ini. Kami mendukung Austria, Prancis, dan seluruh Eropa dalam perang melawan terorisme," kata O'Brien.
Baca Juga: Ngeri, Begini Penampakan Tangan Anak Anji yang Kemasukan Cacing
Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis juga ikut bercuit di akun Twitternya dengan menuliskan dia "terkejut dengan serangan mengerikan di #Vienna".
"Pikiran kami tertuju pada orang-orang di Wina dan pihak berwenang yang menangani situasi tersebut. Hati kami, bersama para korban dan orang yang mereka cintai," tambah Mitsotakis.
Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau men-tweet belasungkawa, menyebut serangan itu mengerikan dan memilukan.
"Kami mengutuk sekuat mungkin tindakan terorisme ini," katanya. "Pikiran kami tertuju pada orang-orang Austria dan semua orang yang terpengaruh oleh tindakan menyedihkan ini."
Perdana Menteri Narendra Modi juga ikut menyatakan bahwa dia sangat terkejut dan sedih dengan serangan teror di Wina.
Modi mengatakan India berdiri bersama Austria dan pikiran serta doa rakyat India bersama para korban dan keluarga mereka.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Tower Provider di Kembangan Roboh Timpa 2 Kontrakan, Polisi Dalami Unsur Pidana Kelalaian Kerja!
-
Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!
-
Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran
-
Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!
-
Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan
-
Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural
-
Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!
-
Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!
-
Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ada Apa?
-
Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%