Upaya Donald Trump untuk menghentikan perhitungan suara dan akan membawanya ke jalur hukum demi kemenangannya memicu reaksi keras.
Dillon, manajer kampanye Biden, berkata: "Penghitungan tidak akan berhenti. Ini akan berlanjut sampai setiap suara yang diberikan dihitung. Karena itulah yang diwajibkan oleh undang-undang kita - undang-undang yang melindungi hak konstitusional setiap orang Amerika untuk memilih. ”
"Klaim kemenangan Donald Trump yang terlalu dini adalah tidak sah, berbahaya dan otoriter. Hitung suara. Hormati hasilnya." cuit Alexandria Ocasio-Cortez, seorang anggota Kongres dari Partai Demokrat dari New York.
"Ironi mengkhawatirkan orang-orang yang mengubah Amerika menjadi Somalia, sementara mengizinkan Trump untuk melakukan apa yang biasa dilakukan diktator Somalia," ujar anggota Kongres Minnesota Ilhan Omar.
"Bangun, dia menghancurkan segala sesuatu yang membedakan kita. Kami mengirim pemantau pemilu ke negara lain, Anda tidak perlu memantau kami." tegas Ilhan.
David Plouffe, mantan manajer kampanye dan penasihat senior Gedung Putih untuk Barack Obama, meramalkan hari-hari gelap dan menakutkan akan datang.
"Ini adalah salah satu jam tergelap yang pernah dilihat Gedung Putih, salah satu jam paling gelap dalam sejarah Amerika Serikat ... Bahkan jika Trump tidak berhasil, dan saya rasa dia tidak akan berhasil jika pemungutan suara ada." ujar David kepada MSNBC.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
-
Kasus Saham Gorengan, Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka Baru, Salah Satunya Eks Staf BEI!
-
Bareskrim Geledah Kantor Shinhan Sekuritas Terkait Kasus Saham Gorengan
Terkini
-
Bukan Musuh, Pemred Suara.com Ajak Jurnalis Sulsel Taklukkan Algoritma Lewat Workshop AI
-
Sekjen PBNU Ungkap Alasan Prabowo Gabung Board of Peace: Demi Cegah Korban Lebih Banyak di Gaza
-
Hadiri Majelis Persaudaraan Manusia di Abu Dhabi, Megawati Duduk Bersebelahan dengan Ramos Horta
-
Tiket Kereta Lebaran 2026 Telah Terjual Lebih Dari 380 Ribu, Purwokerto Jadi Tujuan Paling Laris
-
Nekat Berangkat Saat Sakit, Tangis Pilu Nur Afni PMI Ilegal Minta Dipulangkan dari Arab Saudi
-
Kisah Epi, ASN Tuna Netra Kemensos yang Setia Ajarkan Alquran
-
KPK Masih Menyisir Biro Travel yang Ikut Bermain Jual-Beli Kuota Haji di Kemenag Periode 2023-2024
-
Pastikan Pengungsi Hidup Layak, Kasatgas Tito Tinjau Huntara di Aceh Tamiang
-
KPK Cecar 5 Bos Travel Terkait Kasus Kuota Haji, Telisik Aliran Duit Haram ke Oknum Kemenag
-
Soroti Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Ketua Komisi X DPR Desak Negara Hadir untuk Keluarga Miskin