Analis politik Timur Tengah, Dina Sulaeman dalam jejaring Facebooknya mengatakan ada salah kaprah soal pengertian boikot. Menurutnya, ada beberapa poin yang perlu digarisbawahi.
"Boikot beda dengan merusak. Kalau sudah ada barangnya lalu dibuang, dirusak, itu namanya konyol, mubazir," tulisnya seperti dikutip Suara.com.
Selain itu, Dina juga mengatakan boikot adalah pilihan yang rasional. Bukan berdasarkan emosi.
Ketiga, boikot menurutnya adalah sebuah upaya politik. Dengan kata lain, memberikan tekanan politik tempat asal produsen tersebut.
Lebih lanjut, boikot adalah upaya politik di tengah ketidakberdayaan dan akan berdampak.
Dina menuturkan, setiap orang memiliki hak untuk memboikot produk Prancis. Namun, dia berpesan untuk pahami dulu tujuan dan caranya. Dina membandingkannya dengan boikot produk Israel yang dirasa berhasil menekan pemerintahannya.
Terakhir, Dina menegaskan bahwa boikot sejatinya merupakan politik global yang dampaknya tidak langsung bisa dirasakan.
"Maaf, ini politik global. Bukan makan mie instant yang dalam lima menit bisa langsung anda rasakan hasilnya," ucap dia.
Baca Juga: Viral CCTV Aksi Komplotan Curanmor di Grup WhatsApp, Dijual ke Sumatera
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi
-
Sentil Pihak yang Suka Gaduh Usai Pemilu, Prabowo: Saya Kalah 4 Kali Tak Pernah Ribut
-
Penolakan JC Sony Sonjaya Dinilai Hambat Pengungkapan Nama-Nama Penting di Kasus MBG
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Dishub DKI Siapkan Shelter hingga Relaksasi Parkir bagi Ojek Online