Suara.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron menginginkan reformasi perbatasan dan mengatakan bahwa serangan teror adalah realitas Eropa saat ini.
Menyadur Sky News, Emmanuel Macron berbicara setelah konferensi video untuk membahas strategi anti-teror dengan para pemimpin Jerman, Austria, Belanda.
Presiden Prancis mengatakan dia menginginkan reformasi mendalam tentang bagaimana perbatasan luar wilayah Schengen bebas visa Eropa diawasi.
"Semua kelemahan di perbatasan eksternal atau di satu negara anggota merupakan risiko keamanan bagi semua anggota," kata Macron.
Kanselir Jerman Angela Merkel setuju bahwa perubahan itu diperlukan. "Sangat penting untuk mengetahui siapa yang masuk dan siapa yang meninggalkan wilayah Schengen," katanya.
Macron juga mendesak kerja sama polisi yang lebih baik di antara negara-negara dan bahwa tanggapan terhadap serangan baru-baru ini harus umum, terkoordinasi, cepat sebelum para pemimpin Uni Eropa mengadakan pertemuan kembali pada bulan Desember.
Pada hari Jumat minggu ini adalah peringatan kelima serangan teror Paris yang menewaskan 130 orang. Namun, Prancis masih dihantui serangan teror, sebelumnya ada seorang guru dipenggal di utara ibu kota dan tiga orang tewas di sebuah gereja Nice.
Empat orang juga ditembak mati di Wina pekan lalu oleh seorang pria yang menurut para pejabat telah mencoba bergabung dengan kelompok teror ISIS.
Serangan Nice dan Wina melibatkan orang-orang yang berpindah dengan bebas antar negara karena aturan Schengen - yang menghapus pemeriksaan perbatasan internal untuk 26 negara.
Baca Juga: Gelandang Barcelona Ini Tolak Peluang Perkuat Timnas Prancis
Pemimpin Austria Sebastian Kurz mengatakan pada hari Selasa bahwa lebih banyak tindakan diperlukan untuk melindungi orang-orang dari mantan jihadis. Dia menyebut mantan jihadis tersebut bom waktu yang berdetak dan bahaya permanen di antara kita.
Kurz mengatakan kebebasan mereka harus dibatasi ketika mereka dibebaskan dari penjara.
Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menekankan bahwa setiap tindakan keras dari para pemimpin Uni Eropa tidak boleh dilihat sebagai langkah anti-Islam.
"Ini bukan konflik antara Kristen dan Muslim ... Tidak. Ini adalah pertarungan antara peradaban dan barbarisme," kata Rutte.
Macron juga tampaknya memiliki beberapa pemain besar dunia teknologi dalam pandangannya. Dia ingin konten teroris dihapus dari internet dalam waktu satu jam.
Macron mengharapkan penghapusan konten tersebut harus diterapkan dalam beberapa minggu ke depan.
Para menteri dalam negeri Uni Eropa akan bertemu pada hari Jumat untuk membahas lebih lanjut mengenai tindakan anti-teror, kata Presiden Dewan Eropa Charles Michel, yang juga pada pertemuan itu bersama Presiden Komisi Ursula von der Leyen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai
-
Wamensos Apresiasi Dukungan ESQ Group untuk Pendidikan dan Karier Siswa Sekolah Rakyat
-
Sekolah Rakyat Ubah Jalan Hidup Aldo, Mantan Tukang Las Kini Punya Impian ke Negeri Sakura
-
Bupati Kediri Apresiasi Capaian Siswa Sekolah Rakyat dalam Open House 2026
-
Rano Karno Janji Tuntaskan Banjir Abadi Joglo: Jalan Ambles Aja Kita Perbaiki
-
Washington D.C. Kalah, Jakarta Masuk Peringkat 53 Kota Terbaik Dunia
-
Gaya Dasco Hadapi Aksi Mahasiswa Dipuji, Peneliti: Dobrak Eksklusivitas Senayan
-
Polisi Tangkap 4 Terduga Pelaku Terkait Tewasnya Dua Pria di Saluran Air Bekasi
-
Rano Karno Ajak Generasi Muda Rawat Sejarah dan Hidupkan Nilai Kebudayaan Bangsa
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno