Ia juga menyebut lelaki yang dipanggil ustaz itu sebagai homo alias penyuka sesama jenis.
"Pantes aja mulut lu lemes, ntar kalo udah ketangkep pasti nangis," terang Nikita Mirzani.
Nikita Mirzani menegaskan tak perlu orang tersebut memamerkan kemampuan ceramahnya. Sebab apa yang dikatakan justru bertolak belakang dengan perbuatan.
"Berkedok sebagai penceramah lalu ngomongin soal agama. Beuh nggak taunya homo," imbuhnya.
Nantinya jika sang ustaz telah masuk penjara, Nikita Mirzani pun bakal menemuinya dan buat perhitungan.
"Ntar kalo lo masuk bui gue mau tendang mulut sama kepala lo. Kwkwkwkw, mamp***," tuturnya.
Kekinian, Nikita Mirzani mengapresiasi tindakan Bareskrim Polri yang menangkap Ustaz Maaher alias Soni Eranata.
Lewat aku Instagram pribadinya, Kamis (3/12/2020), Nikita mengaku puas setelah Ustaz Maaher yang kini menjadi seterunya itu ditangkap polisi.
Alasannya, karena Ustaz Maaher yang selama ini menjadi seterunya itu tidak bisa lagi eksis di media sosial karena bakal meringkuk di penjara.
Baca Juga: Sempat Ribut, Nikita Mirzani Girang Ustaz Maaher Ditangkap Polisi
"Maaher alias Soni, akhirnya lu nggak bisa ngebacot lagi di TokTok ya. Wkwkwk," tulis Nikita Mirzani di Instagram, Kamis (3/12/2020).
Meski begitu, penangkapan Ustaz Maaher itu bukan atas laporan Nikita Mirzani. Padahal artis 34 tahun itu sempat menyatakan bakal melaporkan salah satu pendukung Habib Rizieq ini.
"Itu baru orang lain yang laporin lo ya langsung ditangkep. Belom gue tuh," tegasnya.
Berita Terkait
-
Hina Habib Luthfi, Ustaz Maaher Ditangkap Polisi di Depan Sang Istri
-
Sempat Ribut, Nikita Mirzani Girang Ustaz Maaher Ditangkap Polisi
-
Ustaz Maaher Ditangkap Polisi, Nikita Mirzani: Bravo Polisi Indonesia
-
Ustaz Maaher Ditangkap, Nikita Mirzani: Pak Kalau Kurang Pasalnya...
-
Dibekuk Polisi, Kronologi Maaher Sebut Habib Luthfi 'Cantik Pakai Jilbab'
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT