Suara.com - Keputusan pentolan FPI Rizieq Shihab akan menghadiri atau tidak pemeriksaan di Mapolda Jabar akan disampaikan oleh kuasa hukum pada Kamis (10/12/2020) siang. Sedianya Rizieq akan diperiksa terkait dengan terjadinya kerumunan di pondok pesantren Megamendung, Bogor, beberapa waktu lalu.
"Nanti kita kabari," ujar tim kuasa hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar.
Aziz tidak bau banyak bicara terkait pemeriksaan kliennya. Ia belum memberikan jawaban lainnya soal rencana pemeriksaan Rizieq hari ini.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi A. Chaniago meminta para pendukung Habib Rizieq agar tidak datang ke Mapolda Jabar jika Rizieq hadir dalam pemeriksa.
“Paling penyidik akan menerima satu atau dua orang pengacara yang mendampinginya (Rizieq Syihab),” ucap dia, Kamis (10/12/2020).
Senada dengan Erdi, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau para pendukung dan simpatisan Habib Rizieq Shihab untuk tidak datang langsung ke Mapolda Jabar jika Habib Rizieq Shihab diperiksa kelak.
Menurut Kang Emil sapaan Ridwan Kamil, di tengah penyebaran virus yang masih terus terjadi, masyarakat harus sama-sama disiplin menjaga protokol kesehatan yakni tidak berkerumun dalam hal apa pun.
“Sama himbauanya jangan berkerumun itu saja, ada berkerumun di lapangan jangan, berkerumun nikahan jangan, berkerumun mengantar orang jangan juga, jadi definisinya bukan soal ada yang diperiksa terus mengawal, pokoknya jangan bikin kerumunan itu saja,” ungkap Kang Emil dalam konferensi pers daring, Senin (7/12/2020).
“Terjemahkan jangan bikin kerumunan itu kepada semua kegiatan-kegiatan yang ada di masyarakat termasuk kalau ada pemeriksaan hukum, jangan bikin kerumunan membawa simpatisan atau lainnya nanti jadi perkara lagi dan kita berharap Jabar selalu kondusif,” imbuhnya.
Baca Juga: Hari Ini Habib Rizieq Diperiksa Polisi di Polda Jabar
Kontributor : Cesar Yudistira
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pramono Anung Larang Ondel-Ondel Ngamen di Jalan Jakarta, Ini Alasannya
-
DPRD DKI Bentuk Pansus, Target Jakarta Bebas Sampah 2030
-
Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Dibersihkan
-
Terjaring OTT, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo Tiba di Gedung KPK Pagi Ini
-
Ada Lebaran Betawi, Berikut Rekayasa Lalu Lintas di Lapangan Banteng
-
OTT KPK di Tulungagung: Selain Bupati Gatut Sunu Wibowo, 15 Orang Juga Diamankan
-
Tiba di Pakistan, Tim Perunding Iran Ingatkan Pengalaman Pahit Dikhianati AS
-
Jaga Kelestarian Alam, Ekowisata Mangrove di Lombok Timur Ini 'Mengalah' Demi Napas Lingkungan
-
Kisah Supriadi: Dulu Belajar Silvofishery ke Kalimantan, Kini Sukses Budidaya Nila di Lombok Timur
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan