- Militer Amerika Serikat menyerang kapal terduga narkoterroris di Samudera Pasifik yang mengakibatkan satu orang tewas dan dua lainnya selamat.
- Operasi tersebut merupakan bagian dari konflik bersenjata melawan kartel narkoba Amerika Latin untuk menekan angka kematian akibat overdosis.
- Pakar hukum mengkritik serangan ini karena minimnya bukti konkret dan potensi pelanggaran prosedur hukum dalam operasi militer tersebut.
Suara.com - Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap kapal yang diduga terlibat jaringan perdagangan narkoba internasional di Samudera Pasifik.
Dalam operasi terbaru tersebut, satu orang tewas sementara dua lainnya dilaporkan selamat dan terdampar di laut.
Komando Selatan Amerika Serikat atau United States Southern Command menyebut kapal itu diduga dioperasikan kelompok yang mereka sebut sebagai narko teroris.
Video yang diunggah pihak militer AS memperlihatkan sebuah kapal melaju cepat di laut sebelum akhirnya meledak dan terbakar.
Tidak terlihat adanya korban selamat dalam rekaman tersebut.
“Seorang narco-teroris tewas dalam operasi ini dan ada dua korban selamat,” tulis SOUTHCOM melalui media sosial X.
Pihak militer juga mengaku langsung meminta bantuan Penjaga Pantai AS untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan terhadap dua korban yang masih hidup.
Presiden Donald Trump sebelumnya menyatakan Amerika Serikat sedang berada dalam konflik bersenjata melawan kartel narkoba Amerika Latin yang dianggap bertanggung jawab atas tingginya angka kematian akibat overdosis narkoba di AS.
Namun, operasi tersebut memicu kritik dari kelompok hak asasi manusia dan pakar hukum internasional.
Baca Juga: Tantangan Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Meksiko Ingin Pecah Kutukan, AS dan Kanada Bidik Sejarah
Mereka menilai serangan terhadap kapal-kapal sipil yang belum terbukti membawa narkoba berpotensi menjadi pembunuhan di luar proses hukum atau extrajudicial killings.
Menurut data Associated Press, sedikitnya 194 orang telah tewas dalam puluhan serangan serupa sejak operasi Southern Spear dimulai tahun lalu.
Meski demikian, militer AS disebut belum mempublikasikan bukti konkret bahwa kapal-kapal yang dihancurkan benar-benar membawa narkotika.
Pengawas internal Pentagon kini juga mulai meninjau prosedur operasi tersebut untuk memastikan apakah militer AS menjalankan standar penargetan sesuai aturan yang berlaku.
Berita Terkait
-
Tantangan Tuan Rumah Piala Dunia 2026: Meksiko Ingin Pecah Kutukan, AS dan Kanada Bidik Sejarah
-
Skuad AS di Piala Dunia 2026 Diumumkan, Pochettino Buat Gebrakan Coret Pemain Ini
-
Katanya Mau Damai, AS Kembali Serang Iran Kirim Jet Tempur
-
Tanda-tanda Damai Perang AS - Iran Sudah Terlihat, China Minta DK PBB Tagih Kepastian
-
Skuad AS Piala Dunia 2026: Mauricio Pochettino Andalkan Christian Pulisic Lagi
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Imbas Bibit Siklon 97 W
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah