Suara.com - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengingatkan Calon Wali Kota atau Cawalkot Jakarta Pusat Dhany Anwar agar tidak lupa mengurus kawasan kumuh ketika menjabat. Menurutnya masih banyak pemukiman warga menengah ke bawah itu di dekat pusat pemerintahan.
Prasetio mengatakan kawasan kumuh itu lokasinya tak jauh dari Istana Negara. Hal ini, kata Prasetio, menunjukan kesenjangan ekonomi masih besar di Jakarta Pusat yang notabene dikenal sebagai kawasan maju.
“Karena bukan apa-apa, satu sampai dua kilometer dari pusat pemerintahan itu masih ada kawasan kumuh. Ini harus menjadi perhatian,” ujar Prasetio dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat (11/12/2020).
Selain itu, Dhany yang kini masih menjabat sebagai Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil/Disdukcapil itu diminta untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Politisi PDI Perjuangan itu menyebut masyarakat paling banyak mengeluhkan soal hal tersebut.
Caranya, kata Prasetio, dengan turun ke lapangan. Dhany diminta tak hanya sekadar di lapangan mendengar laporan dari anak buahnya saja.
“Jangan nanti sudah menjadi wali kota malah tidak mau keluar lihat situasi di lapangan, saya harap Dhany tidak seperti ini,” ujarnya.
Terpisah, Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono meminta agar Dhany memperhatikan kawasan Tanah Abang. Sebab, kawasan niaga terbesar se-Asia Tenggara itu dianggapnya semakin semrawut.
“Terkait penataan Tanah Abang, duluya rapi, sekarang semrawut lagi. Lalu, potensi kriminalitas yang ada di sana dan penataan kawasan permukiman juga harus menjadi prioritas,” tuturnya.
Sebelumnya, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Andono Warih diberhentikan dari jabatannya.
Baca Juga: Upah Dewan, Ketua DPRD DKI ke Ahok: Jangan Berpatokan Berita Simpang Siur
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Chaidir mengonfirmasi pemberhentian kedua pejabat tersebut. Dia mengatakan pemberhentian yang dilakukan mulai 24 November 2020 didasarkan dari hasil audit Inspektorat DKI Jakarta, mereka dinilai lalai mematuhi arahan dan instruksi Gubernur Anies Baswedan.
Pemberhentian terhadap Bayu dan Andono dilakukan berbarengan dengan pengusutan kasus dugaan pembiaran kerumunan massa dalam acara yang berlangsung di rumah pimpinan Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat.
Usai diberhentikan, Bayu dan Andono dimutasi menjadi anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan.
Chaidir mengungkapkan, inspektorat tidak hanya memeriksa Bayu dan Andono, melainkan juga Camat Tanah Abang Muhammad Yassin, Lurah Petamburan Setiyanto, Kepala Bidang Pengelola Kebersihan Dinas LH Edy Mulyanto, Kepala Suku Dinas LH Jakpus Marsigit, dan Kepala Seksi Pengendalian Kebersihan Dinas LH Aldi Jansen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno