Suara.com - Penghujung tahun 2020 salah satunya diwarnai dengan perdebatan sengit antara Natalius Pigai dan Ruhut Sitompul yang bermula usai Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) melemparkan ucapan selamat Natal.
Ruhut Sitompul mengomentari sikap Natalius Pigai yang menolak ucapan selamat Natal dari Menag Gus Yaqut tersebut.
Teranyar, Natalius Pigai memberikan pesan mendalam bagi Ruhut Sitompul di momen pergantian tahun menuju 2021. Pesan itu disampaikan Natalius Pigai lewat jejaring Twitter miliknya, Kamis (31/12/2020) malam.
"Untuk kakandaku Ruhut Sitompul. Kami kirimkan salam tahun baru 2021," tulis Natalius Pigai seperti dikutip Suara.com.
Natalius Pigai dalam pesan mendalamnya menyertakan doa dan harapan bagi Ruhut Sitompul. Salah satunya berisi harapan untuk membangun peradaban literasi.
"Damailah dirimu, anak-anakmu, Bapa/Ibumu, Sukumu, dan pada semua orang. Ada harapan untuk berbahagia dan membangun peradaban literasi dan kasih sayang pada sesama manusia," imbuh Natalius Pigai.
Tidak berhenti sampai di situ, Natalius Pigai juga menyematkan sebuah video dengan narasi bertuliskan "Happy New Year 2021. Natalius Pigai & Putra/i".
Video itu berlatarkan musik lagu berjudul "Morning Happines" yang menurut Natalius Pigai cocok untuk menggambarkan isi pesan dan harapan mendalamnya.
Berikut ini adalah rangkuman perang twit antara Natalius Pigai dan Ruhut Sitompul, termasuk Rizal Ramli yang ikut mengomentari hal ini.
Baca Juga: Diduga Dihina Ruhut Sitompul, Natalius Pigai Beri Balasan Menohok
Natalius Pigai Kritisi Gus Yaqut
Natalius Pigai merasa tidak perlu seorang Menag Gus Yaqut yang beragama Islam mengucapkan selamat Natal kepada umat Kristiani. Sebab menurutnya, sebaiknya Gus Yaqut mengurusi urusan agamanya bukan agama orang lain.
"Ayahku Protestan Kingmi & Ibu Katolik. Saya tegas! tidak butuh ucapan Natal, baik 'tidak tulus' juga 'berlebihan' dari luar Kristiani. Jalankan saja agamamu dengan benar. tiap ucapan Natal dr non kristiani jarang Saya respons karena itu forum internum (urusan kami), bukan forum externum (urusan kita)," tulis Natalius Pigai.
Ruhut Sitompul Komentari Sikap Natalius Pigai
Ruhut Sitompul yang juga bagian dari umat Kristiani menilai Natalius Pigai tidak seharusnya menolak ucapan selamat Natal dari Gus Yaqut.
“Natalius Pigai Aku saja yang penganut Kristen malas mengucapkan Selamat Natal untuk Mu, karena congor kau asbun asal bunyi apalagi Menteri Agama RI ha ha ha. Kaca saja takut lihat gantengnya kau MERDEKA,” tulisnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien