News / Internasional
Jum'at, 01 Januari 2021 | 14:47 WIB
Ilustrasi anak bermain. (Shutterstock).

Suara.com - Empat orang bocah di Kongo tewas saat bermain bersama. Menyadur Barrons Kamis (31/12), anak-anak ini bermain dengan granat di Provinsi Ituri, provinsi di timur laut Republik Demokratik Kongo.

Insiden ini terjadi pada hari Selasa (29/12) tepatnya di desa Tsoro, wilayah Djugu Ituri, jelas administrator lokal, Adel Alingi. Ia mengatakan anak-anak itu sedang bermain dan mengambil granat, kemudian melemparnya ke udara.

"Salah satu dari mereka mengambil alat itu, yang lain melemparkannya ke udara dan granat meledak saat jatuh," kata Alingi sambil menambahkan keempat anak itu tewas di tempat.

Djugu adalah wilayah dengan banyak aksi kekerasan dan banyak aktivitas pejuang CODECO berada di provinsi itu.

CODECO atau Cooperation for the Development of Congo adalah sekte politik-agama bersenjata yang terkait dengan lebih dari 1.000 kematian sejak Desember 2017.

Ilustrasi granat. (Pixabay/njellL)

Para ahli mengatakan CODECO menyatukan beberapa sekte pejuang milisi yang mengklaim membela hak-hak komunitas petani etnis Lendu.

Sementara itu di waktu yang berbeda, sebuah bentrokan terjadi di wilayah timur Republik Demokratik Kongo pada Sabtu (12/12).

Menyadur CGTN Senin (14/12), enam orang dilaporkan tewas dan 24 lainnya diculik oleh kelompok yang diduga Allied Democratic Forces (ADF).

Menurut sumber lokal, seorang reporter dari radio komunitas juga turut diculik dalam serangan yang terjadi pada malam hari itu.

Baca Juga: Enam Tewas dan 24 Orang Diculik Dalam Sebuah Bentrokan di Kongo

Pasukan Demokratik Sekutu, ADF, kerap disorot karena membantai sekitar 800 warga sipil selama setahun terakhir di provinsi yang berbatasan dengan Uganda.

Load More