Suara.com - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto akan mengerahkan KRI Soeharso untuk membantu para korban gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat.
"Dalam beberapa hari nanti, kami akan hadirkan KRI Soeharso untuk membantu pemulihan kesehatan warga korban gempa bumi di Kabupaten Mamuju. Kebetulan saya lihat Lanal di sini kondisinya bagus dan tidak ada kerusakan, sehingga KRI Soeharso bisa bersandar," kata Hadi saat menyerahkan bantuan dari Presiden kepada Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar di kawasan Kantor Gubernur Sulbar, Sabtu (16/1/2021) sore.
Para korban gempa bumi, lanjut Hadi, akan mendapatkan pelayanan kesehatan di KRI Soeharso, termasuk tindakan operasi jika ada yang mengalami patah tulang.
"Jadi, bagi korban yang mengalami patah tulang atau akibat lain, bisa dirawat bahkan dioperasi di KRI Soeharso," ujarnya.
Kehadiran KRI Soeharso juga tambah Hadi, untuk membantu rumah sakit di Mamuju dalam menangani korban gempa bumi.
"Di samping itu, rumah sakit yang sudah bisa operasional, tentunya juga bisa diberdayakan," tutur Hadi.
Selain menyerahkan bantuan dari Presiden, kehadiran Hadi di Mamuju juga melihat langsung kondisi daerah itu pascagempa bumi.
Panglima TNI yang didampingi Gubernur Sulbar juga sempat melihat langsung sejumlah kerusakan yang ditimbulkan gempa tersebut, termasuk meninjau Rumah Sakit Mitra Manakarra yang ambruk. (Antara)
Baca Juga: Usai FDR Berhasil Ditemukan, Tim SAR Kini Cari CVP Sriwijaya Air SJ 182
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Wacana Ekspor Satu Pintu Dinilai Berpotensi Perkuat Posisi Indonesia di Tengah Persaingan Global
-
Warga Sipiongot Senang Karena Jalan Diaspal Setelah Puluhan Tahun
-
Skandal Korupsi Kuota Haji: KPK Cecar Eks Dirjen PHU Hilman Latief Soal Modus Bagi-bagi 50 Persen
-
Masuk RS Polri Gegara Sakit Saluran Pencernaan! Penahanan Gus Yaqut Dibantarkan
-
Eks Plt Direktur PU Ditahan! Terima Suap BUMN dan Rekayasa Proyek Fiktif Rp16 Miliar
-
3 Tahun dalam Penyiksaan: Bagaimana Penyekapan YTR Bisa Luput dari Pantauan Sekitar?
-
Sasaran Turis Bali! 18 Kg Ganja Asal Amerika-Rusia Diselundupkan Lewat Trik Kompartemen Koper
-
Ditanya Nyesal Ikut Pilpres 2024, Anies Balik Tanya Publik: NyeseI Tak Memilih Saya?
-
Usut Dalang Pembagian Kuota Haji 50:50, Eks Dirjen PHU Kemenag Dicecar KPK