Suara.com - Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta bakal menutup permanen Odin Cafe, Jalan Senopati, Jakarta Selatan.
Sebab, tempat usaha itu sudah berulang kali melanggar protokol kesehatan (Prokes) di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Kepala Satpol PP DKI Jakarta Arifin menjelaskan, Odin Cafe kedapatan melanggar prokes yang keempat kalinya saat pihaknya melakukan razia pada Sabtu (23/2/2020) dini hari.
Karena itu, sanksi yang dijatuhkan kepada pengelola tidak bisa hanya sekadar menutup sementara.
"Odin sudah berkali-kali melakukan pelanggaran," ujar Arifin saat dikonfirmasi, Sabtu (23/1/2021).
Pihaknya akan melakukan pengkajian lebih lanjut terkait dengan pelanggaran Odin Cafe. Namun sesuai ketentuan, kafe itu akan dicabut izin operasinya secara permanen.
Saat ini, Odin Cafe sudah disegel oleh Satpol PP dan kepolisian begitu kedapatan melanggar. Jika izin dicabut, maka penutupan dilakukan secara permanen.
"Sanksinya harus kita evaluasi terkait perijinan dan sebagainya. Iya kita tutup lah," jelasnya.
Sebelum Satpol PP bisa melaksanakan penutupan, ia harus menerima surat rekomendasi terlebih dahulu dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf). Selanjutnya ia akan berkoordinasi dengan Dinas Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk mencabut izinnya.
Baca Juga: Sarang Prostitusi, 170 Warung Remang-remang di Rawa Bebek Disegel Satpol PP
"Nanti kita sampaikan, Dinas Pariwisata kan semalam gak ikut, hanya Satpol PP," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Libur Nataru, Daftar Sejumlah Kawasan di Jakarta yang Ditutup Mulai Besok
-
Sarang Prostitusi, 170 Warung Remang-remang di Rawa Bebek Disegel Satpol PP
-
TNI Turun Tangan, Kasatpol PP ke FPI: Dari Awal Diingatkan Copot Sendiri!
-
Kasatpol PP: Kami Ga Bisa Halau Warga DKI Cari Hiburan ke Daerah Penyangga
-
Tak Larang Masker Scuba, Pemda DKI: Yang Penting Tutup Hidung dan Wajah
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Immanuel Ebenezer 'Noel' Resmi Dijebloskan ke Lapas Sukamiskin, Jalani Vonis 4,5 Tahun
-
Tegaskan Program Tetap Lanjut, Pemerintah Buka Suara soal Kematian Dua Calon Pengelola Kopdes
-
Tak Hanya Yuvita! Korban Lain Taufik Hidayat Mulai Bicara di Medsos, Polda Jabar Buru Jejak Sadisnya
-
Stella Christie Dorong Mahasiswa dan Dosen RI Manfaatkan Beasiswa ke China
-
Kasus YTR di Bandung Ungkap Bahaya Kekerasan dalam Pacaran yang Kerap Tak Disadari
-
Kasus Video JK: Pelapor Ade Armando dan Abu Janda Kecewa Laporannya Dilempar ke Polda Metro
-
Bukan Menolak Lirboyo, Ini Sebenarnya yang Terjadi Saat Munas di Ploso
-
Kasus YTR Tuai Kecaman, Negara Diminta Perkuat Perlindungan Korban Kekerasan Gender
-
Pemkab Bangkalan Borong Jajanan PKL Saat Penyambutan Prabowo, Warga Nikmati Pembagian Gratis
-
Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA