Suara.com - Istana Buckingham sedang mencari Senior Employee Communications Assistant alias asisten komunikasi senior untuk bekerja 37,5 jam seminggu. Lowongan pekerjaan ratu Elizabeth II ini diumumkan di LinkedIn.
Menyadur People Selasa (02/02) pelamar kerja minimal kuliah hingga tingkat sarjana, dengan beberapa pengalaman komunikasi internal atau karyawan.
"Bekerja sebagai bagian dari tim SDM profesional dan suportif kami, Anda akan mendukung semua aspek komunikasi karyawan kami dan akan bergabung pada waktu yang menarik dan penting," tulis daftar tersebut di LinkedIn dan situs web The Royal Household.
Di Indonesia, Senior Employee Communications Assistant ini lebih dikenal sebagai admin sosmed dan karena pekerjaan ini berkaitan dengan Kerajaan Inggris, tentu saja gaji yang ditawarkan tak main-main.
Ratu Elizabeth II menawarkan gaji sebesar USD 37.000 yang setara setengah miliar rupiah, belum termasuk tunjangan.
Kandidat yang dipilih akan menjadi ahli analitik yang "mengelola intranet sosial untuk memastikan itu adalah tempat yang 'harus dikunjungi' oleh setiap karyawan".
Mereka juga bekerja mengatur berita, sumber dan tulis konten, mendukung editor lokal, dan menjadi titik pengetahuan teknis.
"Tapi itu belum semuanya. Kami hanya fokus pada audiens eksternal kami, menjelaskan siapa kami dan pekerjaan yang kami lakukan untuk menarik bakat masa depan," tulis keterangan lowongan kerja.
"Sebagai duta merek untuk komunikasi rekrutmen kami, Anda akan memimpin pengembangan tentang keberadaan web eksternal dan media sosial kami," tambah daftar posisi tersebut.
Baca Juga: Mundur dari Kerajaan Inggris, Meghan Markle Tetap Siapkan Archie Jadi Raja?
Menurut Rumah Tangga Kerajaan, istana saat ini juga mempekerjakan empat posisi lain yaitu asisten desain dan pengembangan, analis keuangan ritel, operator gudang dan penasihat pembelajaran digital - yang terakhir akan berada di Istana Buckingham.
Lowongan pekerjaan ini datang 8 bulan setelah sekitar 380 karyawan yang telah dipekerjakan sebagai pemandu istana diberhentikan karena pandemi COVID-19, bahkan sebelum mereka mulai bekerja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Lima Hari Baru Bersih, 55,7 Ton Sampah Diangkut dari Kali Gendong Muara Baru
-
MTQ Nasional XXXI Hadir di Jateng, Usung Semangat Harmoni Menuju Indonesia Emas
-
Skandal Proyek Fiktif Rp16 Miliar: Kejati DKI Kembali Seret Dua Pegawai Kementerian PU ke Tahanan
-
Peluang Prabowo-Gibran di Pilpres 2029 Dinilai Masih Terbuka, Manuver Jokowi Jadi Sorotan
-
Kapolri Temui Prabowo di Istana, Stabilitas Keamanan dan Hari Bhayangkara Jadi Bahasan
-
Tinggalkan Jejak Berdarah! 10 Anggota Aktif OPM Sorong Raya Kembali Peluk NKRI
-
Dukung Wacana Gaji Guru Rp5 Juta, PGRI Sebut Idealnya Capai Rp7 Juta
-
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 164 Orang, Terdengar Jeritan dari Reruntuhan
-
Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia
-
PGRI: Jangan Cap Guru Mata Duitan karena Minta Gaji Layak