Suara.com - Penolakan warga Myamar atas kudeta militer di tanah kelahirannya belum padam. Semakin hari, warga yang menentang militer semakin kreatif dalam penyampaikan pendapat.
Kini banyak warga yang menyerbu studio tato untuk merajah tubuhnya dengan wajah pemimpin junjungan mereka, Aung San Suu Kyi.
Menyadur Guardian Kamis (25/02) seorang seniman tato yang kerap dipanggil Ye mengungkap, ia menggambar wajah 'Ibu Suu' tiga kali lebih banyak dalam tiga minggu terakhir ketimbang 19 tahun sebagai seniman.
Ia telah mengumpulkan sumbangan untuk gerakan pemberontakan sipil negara, yang bertujuan untuk mencabut fungsi militer dari pemerintahan.
Sebelumnya, warga Myanmar selalu ragu menghiasi tubuhnya dengan tato wajah Suu Kyi, namun semenjak kudeta militer tanggal 1 Februari, mereka menggunakan cara ini untuk protes.
Seorang warga yang merajah tubuhnya dengan wajah Suu Kyi, Hlaing, mengatakan kudeta lebih menyakitkan dari enam jam yang ia habiskan saat bergumul dengan jarum tato.
Salah satu seniman tato lainnya, Za, sudah menyelesaikan sekitar 70 tato dengan wajah Suu Kyi di tubuh tamunya. Biasanya, obrolan seputar kudeta akan terus mengalir sepanjang proses tato.
Di Myanmar, tato adalah bagian dari budaya. Selama berabad-abad lalu, pria Shan di timur laut memiliki tato dari pinggan ke lutut untuk melambangkan kejantanan.
Sementara wanita Chin memiliki tato di wajah dan percaya bahwa itu bisa memberi perlindungan spiritual. Beberapa lansi di sana masih memilikinya, meski tampak memudar.
Baca Juga: Kematian Mya Thwate Jadi Simbol Perlawanan Kudeta Militer Myanmar
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
-
Prabowo Tunjuk Juda Agung jadi Wamenkeu, Adies Kadir Resmi Jabat Hakim MK
-
Lakukan Operasi Senyap di Bea Cukai, KPK Amankan 17 Orang
-
Juda Agung Tiba di Istana Kepresidenan, Mau Dilantik Jadi Wamenkeu?
-
Viral Dugaan Penganiayaan Mahasiswa, UNISA Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi
Terkini
-
Kritik Kebijakan Luar Negeri Prabowo, Orator Kamisan Sebut RI Alami Kemunduran Diplomasi
-
Jelang Ramadan, Legislator Shanty Alda Desak Audit Teknis Keberadaan Sutet di Adisana Bumiayu
-
Seminar Nasional Penegakan Hukum, Pakar: Pemberantasan Korupsi Indonesia Temui Jalan Buntu
-
Duduk Perkara Skandal Camat Medan Maimun: Kenapa Kartu Kredit Pemda Rp1,2 Miliar Bisa Dipakai Judol?
-
Diduga Terima Jatah Uang Apresiasi Restitusi Pajak, Kepala KPP Madya Banjarmasin Ditahan KPK
-
Alasan Jamdatun Narendra Jadi Saksi Ahli dalam Persidangan Ekstradisi Paulus Tannos di Singapura
-
Refleksi Aksi Kamisan ke-896: Masalah Bangsa Tak Bisa Dijawab dengan Joget Gemoy!
-
Siapkan Payung Saat Ramadan, BMKG Sebut Cuaca Ekstrem Berlanjut di Sebagian Besar Indonesia
-
Kemenkes Minta Jangan Lagi Ributkan BPJS PBI: RS Harus Tetap Layani Pasien
-
Kemenko Kumham Imipas Sebut Perlu Sinkronisasi Regulasi dalam Penyelesaian Overstaying Tahanan