Suara.com - Seorang kakek ditilang oleh kepolisian Prancis karena bawa kendaraan dengan kecepatan tinggi. Pria 88 tahun ngebut hingga speedometer menunjukkan angka 191 km/jam.
Menyadur Times of Israel Senin (01/03), ia sedang terburu-buru karena terlambat untuk suntik vaksin virus corona.
Polisi di wilayah Bas-Rhin mengatakan, batas maksimal berkendara di jalan itu adalah 110 km/jam dan sang kakek melebihi jauh dari angka maksimal.
"Pengemudi, seorang warga setempat memberi alasan untuk ngebut bahwa dia terlambat untuk vaksin anti-COVID," kata polisi.
Dalam sebuah postingan di Facebook polisi menyarankan warga untuk tetap tertib berkendara meski sedang terburu-buru. Mereka lalu menyita SIM dan mobil kakek itu.
"Demi keselamatan semua orang, mari patuhi batas kecepatan, bahkan setelah lebih dari 60 tahun dengan surat izin mengemudi," kata postingan itu.
Sejak Januari, Prancis telah memberikan warganya lebih dari 75 prioritas dalam program vaksinasi.
Strategi tersebut menunjukkan hasil karena Perdana Menteri Jean Castex mengatakan pada hari Kamis, bahwa tingkat infeksi baru di antara usia lebih dari 80 tahun menurun.
Baca Juga: Mensos Risma Sedikit Ngantuk Setelah Disuntik Vaksin Sinovac
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Alarm Bahaya Pasar Keuangan, Lonjakan Utang dan Perang Bikin Biaya Pinjaman Meroket
-
Desil 10 dan Fakta yang Berbeda: Ketika Data Pemerintah Dipertanyakan Warga
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink