Suara.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menilai masyarakat mulai terlena dengan program vaksinasi yang sudah digelar pemerintah sehingga mengabaikan protokol kesehatan dan berujung peningkatan kasus.
Juru Bicara Satgas Covid-19 menegaskan vaksin bukanlah hal utama dalam penanganan Covid-19, sehingga selama pandemi berlangsung tetap patuhi protokol kesehatan 3M memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
"Saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tidak memandang vaksin sebagai solusi mutlak dari penanganan pandemi. Vaksin akan membantu menyelamatkan nyawa tapi jika kita hanya mengandalkan vaksin maka kita membuat kesalahan, perubahan perilaku harus menjadi pondasi utama," kata Wiku dalam jumpa pers virtual, Selasa (2/3/2/2021).
Dia menjelaskan saat ini kecepatan vaksinasi di Indonesia tidak sebanding dengan kecepatan penularan virus. Sehingga jangan terlena dengan vaksin, apalagi pemerintah sudah mengumumkan ada varian virus baru B117 asal Inggris per hari ini.
"Disiplin protokol kesehatan sebagai bagian dari perubahan perilaku di masa pandemi ini juga harus semakin kita galakkan mengingat telah ditemukannya kasus mutasi baru covid-19 yaitu mutasi B117 yang berasal dari Inggris," jelasnya.
Sebelumnya, WHO menyatakan bahwa penularan Covid-19 secara global meningkat lagi. Padahal sebelumnya, selama tujuh pekan berturut-turut, jumlah infeksi dinyatakan menurun.
"Kita perlu memiliki peringatan keras untuk kita semua bahwa virus ini akan pulih jika kita membiarkannya. Dan kita tidak bisa membiarkannya," kata Maria Van Kerkhove, kepala teknis WHO untuk Covid-19, dikutip dari Channel News Asia.
Infeksi Covid-19 telah menyebar hingga ke 221 negara. Amerika Serikat, India, dan Brasil masih menjadi negara dengan jumlah kasus terbanyak, di atas 10 juta infeksi.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengingatkan agar negara tidak kendur dalam melakukan upaya pencegahan paparan virus. Ia menyayangkan kenaikan kasus itu tetapi juga tidak mengejutkan.
Baca Juga: Satgas Enggan Ungkap Kondisi Dua Pasien Corona Varian Baru B117
Tedros menegaskan, terlalu dini jika negara hanya mengandalkan program vaksinasi dan meninggalkan tindakan lain dalam mencegah infeksi virus.
"Jika negara hanya mengandalkan vaksin, mereka membuat kesalahan. Langkah-langkah kesehatan masyarakat dasar tetap menjadi dasar dari respon," tuturnya.
Diakui pula oleh pakar darurat utama WHO Mike Ryan yang mengatakan bahwa perang global melawan virus corona dalam keadaan lebih baik daripada 10 minggu lalu sebelum peluncuran vaksin dimulai. Tetapi masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa virus itu mulai terkendali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
Terkini
-
Baru Tiba dari Luar Negeri, Prabowo Langsung Kumpulkan Menteri di Hambalang
-
Mayat Wanita Membusuk di Kali Pesanggrahan, Suami Histeris di TKP, Ada Apa?
-
Seskab Ungkap Percakapan Prabowo dan Zidane di Swiss, Bahas Rencana Besar?
-
Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya
-
Percepatan Relokasi dan Tata Ruang Aman Jadi Fokus Mendagri Pascabencana
-
Langsung Ditelepon Prabowo, Menteri Trenggono Ungkap Kondisinya Usai Pingsan Saat Upacara
-
Bantah Tebang Pilih, Satgas Ungkap Proses di Balik Perintah Prabowo Sikat 28 Izin Perusahaan
-
Pengamat Nilai Pengacara Nadiem Tak Siap Hadapi Jaksa, Apa Alasannya?
-
Kasus Suami Jadi Tersangka Usai Bela Istri dari Jambret di Sleman, Ini Kronologi Versi Polisi
-
JPO 'Melayang' JIS-Ancol Bakal Jadi Ikon Baru Jakarta, Kapan Bisa Digunakan?