Suara.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara memeriksa empat saksi terkait kasus dugaan LGBT yang melibatkan seorang kepala sekolah (kepsek) SD di Kota Medan.
Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan yang dikonfirmasi, Selasa, mengatakan bahwa pemeriksaan terhadap saksi-saksi ini dilakukan untuk melengkapi berkas laporan yang ditangani penyidik.
Keempat orang saksi yang diperiksa terdiri atas tiga orang orang guru masing-masing berinisial L, D dan I, dan seorang pria berinisial Z yang disebut-sebut sebagai pasangan sejenis dari kepsek tersebut.
Pemeriksaan itu dilakukan atas laporan kepsek berinisial JS dengan LP/248/II/2021/SUMUT/SPKT I tanggal 3 Februari 2021 tentang dugaan pencemaran nama baik dengan tulisan atas kasus LGBT yang dituduhkan kepadanya.
Terpisah, Z yang ditemui usai memberikan keterangan kepada penyidik mengakui jika dirinya memang berteman dekat dengan pelapor.
Dia juga mengaku mendapat 14 pertanyaan dari penyidik terkait aksi demo orang tua murid serta hubungannya dengan pelapor.
"Saya ditanyai 14 pertanyaan. Di situ saya juga menjelaskan tentang hubungan saya dengan pelapor," ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Sebelumnya, para orang tua murid menggelar aksi demo di depan sebuah SD di Medan atas dugaan LGBT tersebut, menyusul viralnya foto sang kepsek dengan Z di media sosial.
Menindaklanjuti kasus tersebut, Komisi II DPRD Medan bahkan juga telah membahasnya dalam sebuah rapat dengar pendapat (RDP) pada 6 Januari 2021.
Berita Terkait
-
Pembunuh Istri Mantan Sekda Pematangsiantar Ditangkap di Medan
-
Oknum Polisi Habisi 2 Wanita Muda di Hotel Berawal dari Titipan
-
Dor..Dorr! Oknum Polisi Letuskan Senjata ke Udara, Diduga Gegara Ini
-
Minta Oknum Polisi Habisi 2 Wanita Dihukum Mati, Warga Demo Kantor Polisi
-
Oknum Polisi Nekat Habisi 2 Wanita Muda di Hotel, Ternyata Gegara Ini
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Israel Panik Ketegangan AS-Iran Mereda, Sebut Pejanjian Damai akan Untungkan Hizbullah
-
Wall Street Panik Ditinggal Gen Z? Eks Gubernur New York Dorong Saham AS Mudah Dibeli Warga Global
-
Prabowo Kunker ke Gorontalo Hadiri Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII 2026
-
Implementasi 'Menambang dengan Hati', NHM Sukses Fasilitasi Operasi Jantung Warga Doro di Jakarta
-
Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
-
Polda Jabar Libatkan Ahli Kejiwaan untuk Dalami Kondisi Psikologis Taufik Hidayat
-
Realita Pahit Dunia Kerja: Antrean 2 Km di Malaysia dan Bayang-Bayang PHK di Indonesia
-
Berkat Jejak Transaksi Daring, Pelaku Penyekapan Perempuan di Bandung Ditangkap
-
Segera Hadir, Film Sekolah Rakyat Angkat Kisah Dramatis dari Kehidupan Nyata
-
SDA Terus Dicuri, Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Masih Saja Bocor!