Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia masuk 35 negara paling rawan risiko bencana di dunia. Dalam setahun, terjadi 3.253 bencana di tanah air.
"Negara kita Indonesia adalah negara yang rawan terhadap bencana," ujar Jokowi dalam peresmian pembukaan Rapat Koordinasi Penanggulangan Bencana Tahun 2021 di Istana Negara, Jakarta, Rabu (3/3/2021).
Jokowi menuturkan, jika di Indonesia terjadi 3.253 bencana dalam satu tahun, jika dihitung perhadi terdapat sembilan bencana.
Kepala Negara menilai hal tersebut bukanlah sebuah angka yang kecil, namun merupakan cobaan dan tantangan yang harus dihadapi bangsa Indonesia.
"Bukan sebuah angka yang kecil, tapi cobaan ujian dan tantangan itu yang harus kita hadapi. Baik bencana hidrometeorologi maupun bencana geologi," ucap dia.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menuturkan Indonesia menduduki peringkat tertinggi negara paling rawan bencan. Hal ini juga berkaitan dengan jumlah penduduk yang besar.
Penduduk Indonesia yang banyak kata Jokowi, membuat jumlah korban akibat bencana juga tinggi.
"Kita sekali lagi menduduki ranking tertinggi negara paling rawan bencana karena jumlah penduduk kita juga besar," katanya.
Baca Juga: Ketua BNPB Sebut 3.253 Bencana Alam Terjadi di Indonesia Selama Setahun
Berita Terkait
-
Covid dan Bencana, Jokowi: Satu Tahun Indonesia Diberi Pelajaran Luar Biasa
-
Ketua BNPB Sebut 3.253 Bencana Alam Terjadi di Indonesia Selama Setahun
-
CEK FAKTA: Benarkah Jokowi Dihadiahi Lukisan Langka Berwajah Sultan Arab?
-
Sambangi Habib Hasan, Pedagang Pasar Turi Surabaya Mengadu Nasib ke Jokowi
-
Rizal Ramli Ungkap Pernah Tolak 3 Kali Tawaran Jokowi Jadi Menko Maritim
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara