Suara.com - Jadwal pemblokiran kartu ATM lama atau debit berbasis magnetic stripe ke ATM berbasis chip sudah ditetapkan oleh sejumlah bank. Berikut ini jadwal Pemblokiran Kartu Lama ATM Bank BCA, Mandiri dan BNI.
Diketahui, banyak pengguna ATM, baik itu bank BCA, Mandiri maupun BNI, yang belum menukarkan ATM berbasis magnetic stripe ke chip. Padahal jadwal pemblokiran sudah semakin dekat.
Sejumlah bank bukan hanya meminta para nasabahnya untuk segera menukar kartu ATM lama ke ATM baru agar memenuhi kebijakan BI (Bank Indonesia), tapi juga menetapkan jadwal pemblokiran sebelum mencapai batas waktu yang ditentukan.
Berikut Jadwal Pemblokiran Kartu ATM Lama Bank BCA, Mandiri dan BNI
Jadwal pemblokiran ATM lama secara resmi sudah ditentukan oleh BI (Bank Indonesia), dengan batas waktu maksimal sebelum 31 Desember 2021.
Oleh karena itu, para nasabah, khususnya nasabah bank BCA, Mandiri dan BNI diwajibkan untuk menukar ATM lama ke ATM baru sebelum batas waktu tersebut. Nah, berikut ini jadwal pemblokiran kartu lama ATM Bank BCA, Mandiri dan BNI.
- Jadwal Pemblokiran Kartu ATM BCA
Jadwal pemblokiran kartu BCA lama berbasis magnetic stripe ke ATM baru berbasis chip sesuai dengan batas maksimal yang ditetapkan oleh BI (Bank Indonesia) yakni pada 31 Desember 2021.
Meski demikian, pihak BCA tetap meminta agar para nasabahnya melakukan pergantian kartu ATM lama ke ATM baru sebelum batas waktu maksimal yang sudah ditetapkan demi keamanan dalam bertransaksi.
Diketahui, per Februari 2021, jumlah ATM BCA yang telah ditukar menjadi chip mencapai angka 19 juta kartu. Jumlah tersebut setara dengan 81 persen dari jumlah total kartu ATM yang dipersyaratkan menggunakan kartu ATM berbasis chip.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! BNI Diskon hingga Rp5 Juta untuk Tiket dan Hotel
- Jadwal Pemblokiran Kartu ATM Mandiri
Jadwal pemblokiran kartu ATM Mandiri dari magnetic stripe ke chip yakni batas waktunya pada bulan ini. Hal tersebut berlaku untuk kartu yang memiliki masa berlaku dari 2021-2022.
Dengan kata lain, jika sudah memasuki bulan April 2021, maka kartu berbasi magnetic stripe akan diblokir atau tidak bisa digunakan lagi.
Namun, bagi kartu yang memiliki masa berlaku 2023-2025, batas waktu pemblokiran sebelum 1 Juni 2021. Sedangkan untuk kartu dengan masa berlaku 2026, batas waktunya sebelum 1 Juli 2021.
Diketahui, per Januari 2021, sudah ada 11,2 juta kartu ATM Mandiri yang ditukar ke chip. Jumlah tersebut setara dengan 76,1 persen dari total kartu yang dipersyaratkan oleh bank tersebut.
- Jadwal Pemblokiran Kartu ATM BNI
Jadwal pemblokiran kartu ATM BNI lama ke ATM baru yaitu sebelum 30 April 2021. Kebijakan tersebut berlaku untuk semua kartu ATM BNI berbasis magnetic stripe yang masa berlakunya sudah berakhir.
Adapun jumlah kartu ATM yang sudah mengganti ke chip yaitu mencapai 10 juta lebih per Januari 2021, yang mana jumlah tersebut hampir setara dengan 80 persen dari total kartu yang dipersyaratkan bank BNI.
Alasan Mengapa Harus Migrasi ke Kartu ATM Chip
- Benefitnya Lebih Banyak
Migrasi ke kartu chip akan membuat kamu mendapatkan banyak benefit, beberapa diantaranya yaitu: bisa melakukan transaksi di mesin EDC, bisa transaksi debit online, bayar belanja online, langganan streaming, bayar voucher game, dan lain sebagainya. - Wajib Mengganti ke Chip Sesuai Aturan BI
Demi keamanan dan kenyamanan dalam menggunakan kartu ATM, sebaiknya lekas migrasi ke chip. Jika tidak, kartu akan diblokir, sehingga tidak bisa digunakan lagi karena banyak bank maupun merchant yang kini mengganti mesin EDC untuk membaca kartu chip. - Meminimalisir Kejahatan Kartu
Alasan lainnya yaitu untuk meminimalisir kejahatan kartu melalui skimming yang banyak terjadi belakangan ini. Oleh karena itu, untuk menghindari modus seperti itu, kamu harus mengganti kartu ATM ke chip.
Nah, itulah informasi mengenai jadwal pemblokiran kartu ATM BCA, Mandiri dan BNI. Yuk segera migrasi ke chip agar terhindar dari pemblokiran dan bisa menikmati banyak keuntungan.
Kontributor : Ulil Azmi
Berita Terkait
-
BNI Sekuritas Buka Suara soal Dugaan Perundungan yang Seret Nama Pegawai di Media Sosial
-
Tak Lagi Rp10.000, Harga Saham BBCA Ditaksir Hanya Sampai Rp8.600
-
BNI Perkuat Fundamental Bisnis, Dukung Transformasi BUMN
-
Edukasi Kulit Sensitif, Cetaphil Derm On Tour Hadir Menjangkau Warga Jakarta Lewat Konsep Mobile
-
Bos BCA Titip Pesan Buat Calon Gubernur Bank Indonesia Baru, Apa Isinya?
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis