BBM Non Subsidi Makin Mahal, Warga Ramai-ramai Serbu Pertalite

Jum'at, 18 September 2026 | 13:17 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia usai menghadiri rapat paripurna bersama Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Merdeka, Jakarta pada Kamis (17/9/2026) malam. [Suara.com/Yaumal]
BACA 10 DETIK
  • Konsumsi BBM subsidi melonjak akibat warga beralih dari BBM nonsubsidi.
  • Bahlil minta pemilik mobil mewah tidak ikut memakai BBM subsidi.
  • Pemerintah pertimbangkan pembatasan BBM subsidi agar lebih tepat sasaran.

Suara.com - Kenaikan harga BBM nonsubsidi mulai memicu persoalan baru. Konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi disebut beralih ke BBM bersubsidi, sehingga konsumsi Pertalite melonjak dan antrean terjadi di sejumlah daerah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui adanya pergeseran konsumsi tersebut. Kondisi ini membuat BBM bersubsidi yang seharusnya ditujukan bagi masyarakat kurang mampu ikut diburu konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi.

Bahlil pun meminta masyarakat mampu tidak ikut menikmati BBM subsidi, terutama pemilik kendaraan kelas atas.

"Persoalan shifting, dari yang tadinya tidak memakai subsidi dan sekarang mereka memakai subsidi, saran saya, sebagai warga negara Indonesia kepada saudara-saudara saya yang mampu, yang mohon maaf mobilnya pakai BMW, kemudian mobil-mobil yang kelas tinggi, ya mohon-lah kita pakai hati juga," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Jumat (18/9/2026).

Menurut Bahlil, pemerintah sedang mempertimbangkan regulasi untuk membatasi penjualan BBM bersubsidi agar penyalurannya lebih tepat sasaran. Namun, penyusunan aturan tersebut membutuhkan proses sehingga untuk saat ini pemerintah baru menyampaikan imbauan kepada masyarakat mampu.

"Saya akan mempertimbangkan, nanti kita lihat, tapi kan saya harus ngomong ini dulu kalau regulasi itu kan butuh proses. Tapi imbauan ini penting," ujarnya.

Persoalan tersebut bukan sekadar perubahan perilaku konsumen. Lonjakan permintaan BBM subsidi telah menimbulkan antrean panjang di sejumlah SPBU. Di Makassar, Sulawesi Selatan, antrean BBM bahkan sempat mengganggu mobilitas masyarakat.

Pemerintah Kota Makassar pada 12-19 September 2026 sempat menerapkan pembelajaran daring bagi siswa PAUD hingga SMP sebagai langkah untuk mengurangi mobilitas di tengah keterbatasan BBM dan antrean di SPBU.

Pertamina sebelumnya juga menyatakan akan menambah pasokan BBM di Makassar setelah antrean di sejumlah SPBU mencapai lebih dari satu kilometer. Reuters melaporkan lonjakan permintaan tersebut berkaitan dengan perpindahan konsumen ke BBM subsidi di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi.

Pemerintah kemudian menerapkan sejumlah langkah untuk mengurai antrean. Pemprov Sulawesi Selatan, misalnya, memberlakukan sistem ganjil-genap untuk pembelian Pertalite dan Solar pada 13-20 September 2026.

Di tengah persoalan distribusi tersebut, Bahlil memastikan stok BBM nasional masih dalam kondisi aman. Ia menyebut cadangan BBM nasional berada di kisaran 18-20 hari.

"Untuk stok BBM kita, cadangan nasional kita berada di angka 18 sampai 20 hari. Jadi masih Alhamdulillah clear," kata Bahlil.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com