Suara.com - Pengamat terorisme dari Universitas Malikussaleh, Al Chaidar, menyebut kekinian terkesan ada obsesi pemerintah untuk menyebut FPI sebagai teroris. Hal itu berkaca dengan adanya sejumlah kasus teror dan penangkapan terduga teroris akhir-akhir ini.
"Iya ada kemungkinan ke arah obsesi (pemerintah) menyebut FPI sebagai teroris," kata Al Chaidar saat dihubungi Suara.com, Senin (5/4/2021).
Padahal, kata dia, secara penelitian dirinya belum menemui adanya keterikatan FPI dengan jaringan teroris aktif yang ada. Adapun sepengetahuannya, Chaidar menyebut memang banyak eks FPI yang berbaiat ke ke jaringan terorisme yang ada terutama ISIS.
"Ya seperti kasus di Makassar saja misalnya, ustad Basri tahun 2015 merekrut orang-orang mantan FPI ya untuk dibaiat untuk mendukung ISIS. Tapi artinya mereka sudah meninggalkan FPI-nya," tuturnya.
Lebih lanjut, ia menilai secara ideologi FPI dengan jaringan teroris yang ada kekinian jauh berbeda. Hal itu terlihat dari kepercayaan untuk berjihad.
"FPI kan amar ma'uf nahi mungkar ya dan dia kita golongan sebagai organisasi fundamentalis. Kalau jaringan teroris yang ada dia menggunakan wahabi takfiri kan. Kalau ditarik garis lurus ya beda," tuturnya.
Kendati begitu, terkait video pengakuan sejumlah terduga teroris yang beredar saat ini dirinya belum mempelajari lebih lanjut. Menurutnya, ia belum bisa beri penilaian.
Pengakuan Teroris
Sebelumnya beredar video pengakuan terduga teroris yang mengklaim sebagai simpatisan Front Pembela Islam (FPI). Berdasarkan video yang beredar di kalangan jurnalis, terduga teroris yang ditangkao di Jakarta tersebut bernama Nabil Al Jufri.
Baca Juga: Pengacara Habib Rizieq Sebut Husein Hasny Kaki Tangan Intelijen
Dalam rekaman video berdurasi 2 menit 23 detik itu, Nabil mengklaim mengetahui pembuatan bom yang direncakan Habib Husein Al Hasny terduga teroris di Condet, Jakarta Timur yang sebelumnya ditangkap Polda Metro Jaya.
"Saya atas nama Nabila Al Jufri selaku simpatisan FPI tahun 2019, saya mengetahui rencana pembuatan bom yang direncanakan oleh Habib Husein Al Hasny dan kelompoknya yang merupakan anggota laskar FPI dan simpatisan FPI," kata Nabil.
Nabil juga mengklaim pernah diperlihatkan rekaman video pembakaran bahan peledak bom yang ditunjukkan oleh seorang pria yang disebut-sebut bernama Bambang. Dalam video pengakuannya itu, Nabil juga mengklaim pernah melakukan penggalangan dana untuk pembuatan bom.
Sebelumnya, sempat beredar video pengakuan Ahmad Junaidi, terduga teroris yang diringkus pada Densus 88 Antiteror Polda Metro Jaya pada Senin (29/3/2021) lalu. Dalam video berdurasi 1 menit, 52 detik itu, Ahmad mengakui sebagai simpatisan FPI.
Ahmad mengakui menjadi simpatisan FPI sejak sang imam besar, Habib Rizieq kembali ke Tanah Air.
Tak hanya itu, dia juga mengakui tergabung dalam jemaah pengajian Yasin Waratib di bawah pimpinan Habib Husein al Hasni, terduga teroris lainnya di Condet, Jakarta Timur.
Berita Terkait
-
Orang Habib Rizieq Bongkar Operasi Intelijen Pembusukan FPI
-
Pengacara Habib Rizieq Sebut Husein Hasny Kaki Tangan Intelijen
-
Munarman Ngamuk Ada Teror Kaleng Isi Peluru di Depok: Ketololan Apa Lagi?
-
Ogah Akui Teroris Husein Hasny, FPI: Dibuang karena jadi Antek Intelijen
-
Geger Benda Mencurigakan Bertuliskan FPI Munarman, Ini Kata Pengacara HRS
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
PDIP Desak Reformasi Total Polri: Hapus Dwifungsi dan Perkuat Pengawasan Eksternal
-
Tutup Rakernas I, PDIP Resmi Tegaskan Posisinya Sebagai Partai Penyeimbang: Kawal Pemerintahan
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Tegaskan Kedaulatan NKRI dan Tolak Intervensi Asing atas Venezuela
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror DJ Donny dan Influencer, Kapan Pelaku Ditangkap?
-
Ketua KONI Ponorogo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP