Suara.com - Partai Kebangkitan Bangsa atau PKB akan menggelar Musyawarah Nasional/Munas Alim Ulama dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) pada Kamis (8/4/2021) besok. Kegiatan ini bakal dibuka langsung oleh Presiden Joko Widodo.
Ketua DPP PKB, Faisol Riza mengakatakan fokus pembahasan partainya pada Mukernas besok terkait pengawalan terhadap pemerintah dalam pemulihan ekonomi dan kesehatan pada masa pandemi Covid-19.
"Saya berharap keputusan Mukernas menampung semua aspirasi yang ada di masyarakat, terutama untuk melakukan dukungan pemulihan ekonomi kedepan oleh pemerintah," kata Faisol kepada wartawan di kantor DPP PKB Jakarta Pusat, Rabu (7/4).
Selain itu, turut membahas sejumlah isu lain, salah satu diantaranya Undang-undang Pesantren yang diundangkan pada 3 Desember 2020.
"PKB juga terus mendorong penuh agar aturan-aturan mengenai pendanaan untuk pesantren juga diatur melalui skema yang lebih rigid, kurikulum pesantren yang diberi keleluasaan untuk dikelola secara mandiri," ujar Faisol.
Pada agenda besok dihadiri internal partai, sementara dari ulama adalah kiai-kiai Nahdatul Ulama serta sejumlah tokoh bangsa.
"Karena PKB lahir dari rahim ulama dan kiai, maka munas ulama ini didedikasikan untuk beliau-beliau yang selama ini istiqomah mengawal NU dan PKB, serta kerukunan antar warga bangsa dan masyarakat luas," tuturnya.
Selain itu, Mukernas PKB besok juga bakal dihadiri oleh Wakil Presiden Maruf Amin.
"Akan ada testimoni besok dari Wapres dan beberapa ulama kunci serta beberapa tokoh yang kami minta untuk memberikan semacam testimoni atas penyelenggaraan Mukernas dan Munas Alim ulama," kata Faisol.
Baca Juga: Usai Sekolah Tatap Muka, Guru ke Murid: Langsung Pulang, Jangan Main!
Berita Terkait
Terpopuler
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
- Setelah Pelatih Giliran Suporter FC Twente Usir Mees Hilgers: Pemain Malas
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Di Bursa Capres 2029: Elektabilitas Dedi Mulyadi Tembus 42 Persen, Ungguli Prabowo
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Diskon Grabcar dan Grabfood dari BRI, Klaim di Sini!
-
Ketua Umum PBNU dan Rais Aam Dilarang Rangkap Jabatan
-
Pemulihan Warga dan Anak-Anak Desa Adat Sade Jadi Perhatian Pascakebakaran
-
Ulasan Buku The Art of Stoicism: Seni Menjadi Diri yang Tenang di Masa Kini
-
Jangan Asal Ngomong! 6 Kata Kasar Bahasa Minang yang Perlu Diketahui
-
Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU
-
Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya
-
Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia
-
Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?
-
Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe