Suara.com - Warga Muslim sunni di sejumlah desa di Pulau Ambon akan menjalankan ibadah puasa ramadan 1442 Hijriah lebih awal, yaitu pada Minggu-Senin, 11-12 April 2021.
Berdasarkan pantauan Antara, Sabtu (10/4/2021) warga muslim sunni di lima desa di Kecamatan Leihitu dan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Pulau Ambon akan berpuasa lebih awal dari yang ditetapkan oleh Kementerian Agama.
Warga Desa Wakal, Kecamatan Leihitu dan Tengahtengah (Kecamatan Salahutu) telah mendapat pemberitahuan jadwal pelaksanaan ibadah puasa oleh imam dan pengurus masjid setempat selepas shalat Jumat 9 April 2021.
Warga muslim di dua desa ini akan menjalankan ibadah puasa 1 Ramadhan 1442 Hijriah pada Minggu, 11 April 2021 sehingga sudah menjalankan shalat tarawih Sabtu (10/4) malam.
Warga muslim di Desa Wakal telah menggelar shalat sunnah tarawih perdana secara berjamaah Masjid Nurul Awal selepas shalat Isya. Sedangkan shalat tarawih di Desa Tengahtengah dipusatkan di Masjid An 'Nima.
Pada tahun sebelumnya, kedua desa ini juga melaksanakan ibadah puasa lebih awal dari yang ditetapkan oleh Kementerian Agama. Jadwal penentuan puasa ditetapkan oleh imam dan 12 tukang yang disebut penghulu masjid, berdasarkan penanggalan falakiah kuno.
Desa lainnya yang akan melaksanakan ibadah puasa lebih awal adalah warga Desa Hila, Kaitetu dan Seith di Kecamatan Leihitu. Ketiga desa ini akan menggelar shalat tarawih perdana secara berjamaah pada 11 April 2021 dan berpuasa 1 Ramadhan pada Senin 12 April 2021.
Sama halnya dengan Desa Wakal dan Tengahtengah, pengumuman pelaksanaan ibadah puasa di Desa Hila, Kaitetu dan Seith juga telah diumumkan di masjid masing-masing pada Jumat 9 April kemarin.
Secara umum, jadwal pelaksanaan ibadah puasa 1 Ramadhan 1442 Hijriah di Pulau Ambon bervariasi. Selain kelima desa tersebut, sebagian besar warga Muslim masih menunggu hasil sidang isbat penetapan 1 Ramadhan 1442 Hijriah oleh Kementerian Agama.
Baca Juga: Tawarkan Sensasi Pulkam, Quba Pop Up Resto Sutasoma Kembali Dibuka
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat