Suara.com - Seorang wanita di Mali, Halima Cisse yang berusia 25 tahun berhasil melahirkan bayi kembar 9. Ibu dan semua bayinya dilaporkan dalam keadaan sehat.
Menyadur Guardian Rabu (05/05), jumlah bayi yang ia lahirkan meleset dari prediksi dokter karena awalnya dokter mengira ia mengandung 7 janin.
Menurut kementerian kesehatan negara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan USG, dua janin lainnya tak terdeteksi di dalam rahim Halima Cisse.
Dokter yang menangani persalinannya melalui operasi caesar baru menyadari jika jumlah janinnya ternyata ada 9!
Sejak awal, kehamilan Cisse mendapat sorotan dari warga Afrika barat dan menarik perhatian para pemimpin di negara itu.
Pada bulan Maret, ketika dokter mengatakan Cisse membutuhkan perawatan spesialis, pemimpin transisi, Bah Ndaw, memerintahkan agar dia dikirim ke Maroko.
Di fasilitas kesehatan itu, Halima Cisse akhirnya berhasilkan lima bayi perempuan dan empat bayi laki-laki, menurut kementerian kesehatan Mali.
“Ibu dan bayinya sejauh ini baik-baik saja,” jelas Menteri Kesehatan Mali, Fanta Siby. Mereka akan kembali ke rumah dalam waktu beberapa minggu, tambahnya.
Namun, juru bicara kementerian kesehatan Maroko Rachid Koudhari mengatakan tidak mengetahui kelahiran kembar 9 tersebut terjadi di salah satu rumah sakit negaranya.
Baca Juga: Bukber Berujung Petaka, Bayi Kembar Ikut Keracunan usai Santap Ikan Cue
Para dokter mengkhawatirkan kesehatan Halima Cisse, menurut laporan pers setempat, serta kemungkinan bayinya untuk bertahan hidup.
Nonuplet sangat jarang terjadi. Komplikasi medis pada kelahiran ganda semacam ini seringkali menyebabkan beberapa bayi tidak dapat bertahan hidup.
Berita Terkait
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Jakarta Barat Dikepung Dua Proyek Besar, Arus Daan Mogot dan Latumenten Direkayasa
-
Anggota DPR Kecewa Menhub Absen Rapat Kecelakaan Maut: Yang Punya Gawe Kok Nggak Hadir?
-
Sita 2,3 Juta Hektare Lahan dan Rp10,2 Triliun, Jaksa Agung: Ini Bukan Sekadar Seremonial!
-
Bidan Tak Boleh Terima Titipan Bayi Jangka Waktu Lama, Pemkab Sleman Bakal Perketat Pengawasan
-
Jaksa Ungkap Surat Tuntutan Nadiem Makarim Setebal 1.597 Halaman
-
Diselipkan Dalam Gulungan Karpet, Polisi Bongkar Penyelundupan 760 Botol Merkuri ke Filipina
-
Netizen Tagih Maaf Personal Juri LCC Kalbar, Pimpinan MPR: Institusi Sudah Mewakili
-
Polisi Menduga Merkuri yang Diselundupkan ke Filipina Berasal dari Tambang Gunung Botak
-
Jejak Panjang Rumah Pahlawan Nasional Sardjito yang Kini Bakal Dijual
-
MPR Pastikan Lomba Ulang LCC Kalbar Gunakan Juri Independen dari Akademisi