Suara.com - Sejak pemberlakuan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah mulai 6 Mei 2021 hingga 11 Mei 2021, warga yang menggunakan menggunakan KRL Commuter Line Jabodetabek menurun. Penurunan itu terjadi hingga 9 persen dibanding dengan rentang waktu sebelumnya, yakni 15 April - 5 Mei 2021.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan, rata-rata volume pengguna KRL Jabodetabek per harinya selama pembatasan layanan operasional perjalanan KRL Commuter Line Jabodetabek yang berlaku mulai 6 Mei lalu sebesar 358.580 orang.
"Turun 9 persen dari rata-rata volume per hari dalam operasional normal selama bulan puasa (13 April – 5 Mei 2021) yang mencapai 394.756 orang," kata Anne dalam keterangannya pada Rabu (12/5/2021).
Penurunan terhadap rata-rata volume pengguna juga terjadi di KRL Yogya-Solo. KAI Commuter mencatat selama bulan puasa sebelum pemberlakuan pembatasan operasional 13 April – 5 Mei 2021 ada sebanyak 4.288 orang per hari.
"Sedangkan rata-rata volume pengguna KRL Yogya-Solo per hari pada masa pembatasan operasional yang dimulai 6 Mei lalu adalah sejumlah 3.363 orang atau turun 22 persen," ujarnya.
Anne menerangkan bahwa KAI Commuter sebagai operator KRL Commuter Line Jabodetabek dan KRL Yogya-Solo tetap mengoperasikan pelayanan perjalanan KRL di wilayah Jabodetabek dan Yogya-Solo pada hari libur nasional dan cuti bersama hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah 12 - 14 Mei 2021.
Untuk operasional pelayanan perjalanan KRL Commuter Line Jabodetabek selama libur Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah, KAI Commuter tetap.
Ia mengatakan KRL Commuter Line Jabodetabek tetap beroperasi mulai pukul 04:00 - 20:00 WIB, dengan total 886 perjalanan KRL setiap harinya.
Kendati beroperasi selama masa Lebaran, Anne mengatakan KAI Commuter tetap melalikan pembatasan operasional terhadap pengguna yang akan naik dan turun di Stasiun Tanah Abang.
Baca Juga: Selama Libur Lebaran KRL Jabodetabek dan Yogya Tetap Beroperasi
"Mulai pukul 15:00 - 19:00 WIB Stasiun Tanah Abang tidak melayani pengguna yang hendak naik dan turun di stasiun tersebut dan hanya melayani pengguna KRL yang transit untuk berpindah relasi KRL di stasiun tersebut," katanya.
Anne berujar KRL Yogya-Solo tetap menyiapkan sebanyak 20 perjalanan per hari selama libur Lebaran dengan jadwal operasional mulai pukul 05:00 - 19:10 WIB pada srasiun pemberangkatan awal.
"Sementara untuk operasional pelayanan perjalanan KA Lokal Prambanan Ekspres (Prameks) relasi Yogyakarta-Kutoarjo PP tetap mengoperasikan 8 perjalanan perharinya, mulai pukul 05:15 WIB hingga pukul 17:35 WIB," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
816 Titik Bazar Daging Murah Sudah Sambangi Permukiman Warga Jakarta
-
Kejagung Bantah Datangi Polda Metro Jaya Pasca Penggeledahan Cafe de'Clan Signature
-
Geledah 13 Lokasi dan Sita 74 Kg Emas Tapi Belum Ada Tersangka, Polda: Masih Pendalaman Paripurna
-
Prabowo: Banyak yang Nyusup ke MBG untuk Jadi Maling!
-
Open House Sekolah Rakyat di Lombok Barat, Gus Ipul: Siswa Tunjukkan Banyak Perubahan
-
Drama Putri Mandalika Berbahasa Inggris Meriahkan Open House Sekolah Rakyat Lombok
-
Mendagri Minta Pemda Akselerasi Program BSPS, Target 400 Ribu Rumah
-
Pimpinan Ponpes Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka Kasus Santri Terbakar, Polisi Buka Suara
-
Pengakuan Negara Belum Cukup, Hak Penghayat Kepercayaan Masih Jadi PR Pemerintah
-
Dari Dugaan Korupsi hingga Blackout Sumatera, Polri Temukan Harta Bernilai Rp543 Miliar